Jean-Paul van Gastel Soroti Faktor Keberuntungan PSIM Yogyakarta

Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menilai hasil buruk timnya di putaran kedua Liga Super 2025/2026 lebih disebabkan faktor keberuntungan.

Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menegaskan bahwa kualitas permainan timnya tidak mengalami penurunan signifikan pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026 meskipun hasil pertandingan cenderung memburuk pada Kamis (30/4/2026).

Arsitek tim asal Belanda tersebut menilai perbedaan utama antara capaian di putaran pertama dan kedua musim ini hanya terletak pada faktor keberuntungan. Dilansir dari Bola, Laskar Mataram saat ini tertahan di peringkat ke-10 klasemen sementara dengan total 39 poin.

"Satu-satunya perbedaan antara putaran pertama dan kedua musim ini hanyalah hasil, karena saya tidak merasa kami bermain buruk," kata Jean-Paul van Gastel, Pelatih PSIM Yogyakarta. Ia menambahkan bahwa skor akhir pertandingan timnya selalu berselisih tipis dengan lawan.

Kelemahan dalam mengantisipasi situasi bola mati diakui Van Gastel sebagai salah satu detail teknis yang menjadi penyebab kegagalan tim meraup poin penuh. Pihak manajemen, staf, dan pemain dilaporkan tidak puas dengan tren negatif yang sedang berlangsung saat ini.

Statistik menunjukkan penurunan performa drastis dengan raihan hanya satu kemenangan dalam 12 pertandingan terakhir. Padahal, pada putaran pertama, PSIM Yogyakarta tampil konsisten dengan mengemas delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan hanya tiga kali kalah.

Target utama klub saat ini adalah memastikan diri aman dari zona degradasi, sebuah misi yang diklaim Van Gastel sudah hampir tercapai. Namun, pelatih berusia 54 tahun tersebut berambisi membawa tim finis di posisi yang lebih baik pada akhir musim.

PSIM Yogyakarta tercatat masih menyisakan lima pertandingan krusial untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen. Laskar Mataram dijadwalkan akan bertanding melawan Persita Tangerang, Persib Bandung, Malut United, Madura United, dan Arema FC.

Recommended