Visa Piala Dunia 2026 Terancam, Ini Kasus Harry Maguire

Kasus hukum di Yunani berpotensi menghambat harapan Harry Maguire untuk tampil di Piala Dunia 2026 mendatang.

Harapan Harry Maguire untuk berlaga di Piala Dunia 2026 bisa terganjal masalah visa akibat keputusan pengadilan di Yunani.

Bek Manchester United ini menghadapi potensi masalah besar terkait peluangnya membela Timnas Inggris di Piala Dunia yang akan datang. Vonis bersalah yang kembali ditegaskan oleh pengadilan Yunani dapat mempengaruhi proses pengurusan visanya untuk turnamen yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Kasus Maguire bermula dari insiden di Pulau Mykonos pada tahun 2020. Pengadilan Yunani tetap mempertahankan vonis bersalah atas tuduhan penyerangan dan upaya penyuapan, lebih dari lima tahun setelah kejadian tersebut. Maguire dijatuhi hukuman penjara selama 15 bulan 20 hari dan denda 1.500 euro.

Ia didakwa melakukan penyerangan ringan, melawan petugas saat penangkapan, dan mencoba menyuap aparat setelah terlibat keributan di luar sebuah bar di pulau wisata tersebut. Meski tidak wajib hadir langsung dalam persidangan, Maguire membantah semua tuduhan tersebut dan tim hukumnya berencana mengajukan banding.

Jika banding tersebut gagal, proses pengurusan visa untuk Piala Dunia 2026 berpotensi menjadi lebih rumit.

Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat di Britania Raya menyatakan bahwa setiap orang yang pernah ditangkap, diperingatkan, atau dihukum atas suatu pelanggaran di mana pun di dunia, wajib mengungkapkannya saat mengajukan visa.

"Aturan tersebut menyebutkan: 'Jika Anda pernah ditangkap, diperingatkan dan/atau dihukum atas suatu pelanggaran di mana pun di dunia, Anda diwajibkan menyatakannya saat mengajukan permohonan visa'."

"Aturan itu juga menyatakan: 'Dalam kasus di mana penangkapan berujung pada hukuman, Anda mungkin secara permanen tidak memenuhi syarat untuk menerima visa dan harus mendapatkan pengecualian khusus untuk bisa melakukan perjalanan ke Amerika Serikat'."

"Aturan itu juga menegaskan: 'Undang-Undang Rehabilitation of Offenders tidak berlaku dalam hukum visa Amerika Serikat. Oleh karena itu, meskipun penangkapan atau hukuman Anda dianggap telah selesai secara hukum di negara asal, Anda tetap wajib menyatakannya serta menyertakan sertifikat kepolisian ACRO saat mengajukan visa'."

Ketidakpastian Piala Dunia

Situasi ini menimbulkan ketidakpastian mengenai partisipasi Maguire di Piala Dunia 2026. Padahal, performa stabilnya bersama MU di bawah pelatih sementara Michael Carrick sempat membuatnya kembali dipertimbangkan untuk masuk skuad Inggris.

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, bahkan memasukkan Maguire dalam daftar pemain yang dipantau menjelang turnamen. Selain Maguire, dua pemain MU lainnya, Kobbie Mainoo dan Luke Shaw, juga masuk radar Tuchel.

"Sangat bagus melihat Mainoo kembali ke lapangan. Dia adalah talenta yang luar biasa. Dia sudah pernah memainkan satu turnamen penuh bersama Inggris, jadi dia kembali masuk dalam pertimbangan, begitu juga Luke Shaw dan Harry," kata Tuchel, Februari lalu.

"Ada beberapa pemain yang tiba-tiba kembali masuk radar. Mereka sekarang bermain dengan empat bek dan gaya permainan yang berbeda, yang sedikit lebih mudah diterjemahkan ke dalam struktur tim kami saat ini. Ini menjadi persaingan yang bagus," imbuh pelatih asal Jerman itu.

Maguire telah mengoleksi 64 caps bersama Inggris dan menjadi bagian penting dari tim yang mencapai semifinal Piala Dunia 2018, final Euro 2020, serta perempat final Piala Dunia 2022.

Recommended