Fenomena udara tak dikenal (UAP) atau yang sering disebut UFO kembali menjadi sorotan setelah Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengeluarkan pernyataan kontroversial. Menurut Vance, penampakan yang diduga UFO dan kerap terlihat di langit bukanlah kunjungan dari makhluk luar angkasa, melainkan manifestasi dari iblis.
Pernyataan ini muncul dalam sebuah wawancara dengan influencer sayap kanan, Benny Johnson. Dalam kesempatan tersebut, Johnson menanyakan Vance mengenai kemungkinan Gedung Putih merilis dokumen terkait UFO, menyusul janji Presiden AS Donald Trump bulan lalu untuk mengungkap informasi mengenai UAP.
Vance menegaskan bahwa proses pengungkapan dokumen tersebut sedang berjalan. "Kami sedang mengerjakannya," ujar Vance, sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada Selasa (31/3/2026). Ia mengakui sempat terobsesi dengan berkas UFO di awal masa jabatannya, meskipun kemudian fokus pada isu ekonomi dan keamanan nasional.
Namun, Wakil Presiden Vance berjanji akan menuntaskan penyelidikan terhadap berkas UFO selama tiga tahun sisa masa jabatannya. Meskipun memiliki ketertarikan besar, Vance mengaku belum pernah melihat isi dokumen terkait UFO. Ia juga pernah berencana mengunjungi Area 51, lokasi yang erat kaitannya dengan teori konspirasi UFO dan alien, namun jadwalnya tidak memungkinkan.
Vance meyakinkan para pendengar bahwa rasa ingin tahunya tentang alien dan UFO jauh lebih besar dari siapa pun. Namun, percakapan kemudian beralih ke arah yang tak terduga. Tanpa diminta, Vance tiba-tiba menyatakan keyakinannya bahwa penampakan UFO adalah iblis, bukan makhluk asing dari luar Bumi.
"Saya pikir mereka iblis. Maksud saya, di setiap agama besar di dunia, termasuk Kristen, agama yang saya yakini, memahami bahwa ada banyak hal aneh di luar sana dan ada hal-hal yang sulit dijelaskan," jelas Vance. Ia menambahkan bahwa secara naluriah, ketika menghadapi fenomena di luar nalar, dirinya merujuk pada pemahaman Kristen tentang keberadaan kebaikan dan kejahatan.
Kabar mengenai instruksi Trump untuk merilis dokumen UFO dipicu oleh ketertarikan besar Presiden, yang konon terpengaruh oleh klaim mantan Presiden Barack Obama. Obama sebelumnya sempat menyatakan bahwa alien itu nyata, meski ia sendiri belum pernah menyaksikannya secara langsung.
Obama kemudian memberikan klarifikasi atas pernyataannya. Ia menjelaskan bahwa selama masa kepemimpinannya, ia tidak pernah melihat bukti adanya kontak antara manusia dengan alien. Namun, secara statistik, kemungkinan adanya kehidupan lain di luar Bumi sangat besar mengingat alam semesta yang luas dan masih banyak yang belum terjelajahi.