Ajax Dikabarkan Incar Pep Guardiola, Peluang Sulit Terwujud

Klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, dilaporkan membidik Pep Guardiola sebagai target pelatih utama di masa depan. Direktur Olahraga Ajax, Jordi Cruyff, disebut berupaya mendatangkan Guardiola,…

Klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, dikabarkan tengah mengincar pelatih Manchester City, Pep Guardiola, sebagai target utama mereka di masa depan. Informasi yang dilansir dari Bola ini menyebutkan bahwa Direktur Olahraga Ajax, Jordi Cruyff, berambisi mendatangkan Guardiola ke Johan Cruyff Arena.

Kedekatan hubungan antara Cruyff dan Guardiola, yang terjalin saat keduanya sama-sama di Barcelona, disebut menjadi salah satu faktor yang membuka peluang komunikasi di antara mereka. Meski demikian, jurnalis Belanda Mike Verweij menyatakan bahwa langkah ini akan sulit terealisasi.

Verweij menyoroti keterbatasan finansial Ajax yang jauh berbeda dengan klub-klub elite Eropa lainnya. Selain itu, Guardiola juga diyakini memiliki banyak opsi tawaran gaji tinggi yang sulit disaingi oleh klub Eredivisie tersebut.

Meskipun menghadapi tantangan besar, Cruyff disebut akan tetap berusaha menghubungi Guardiola. Hal ini didasari oleh pengakuan Guardiola sendiri yang merasa memiliki banyak "utang" kepada keluarga Cruyff atas dukungan dalam perjalanan kariernya.

Saat ini, Guardiola masih terikat kontrak dengan Manchester City selama kurang dari 18 bulan. Keputusan mengenai masa depannya diperkirakan baru akan muncul pada bulan Juni mendatang.

Di tengah spekulasi tersebut, Matthias Sammer, peraih Ballon d'Or 1996 dan kini menjabat eksekutif sepak bola, ikut menyinggung kemungkinan frustrasi yang dialami Pep Guardiola. Frustrasi ini diduga terkait dengan kritik atas pemilihan susunan pemainnya baru-baru ini.

Sebelumnya, Guardiola sempat menyatakan bahwa dirinya "diserang habis-habisan" atas keputusan terkait pemain di Liga Champions. Kritik tersebut muncul setelah Manchester City tersingkir oleh Real Madrid di babak 16 besar kompetisi tersebut.

Sammer, yang juga merupakan penasihat paruh waktu Bayern Munchen dan pundit, menyarankan Guardiola untuk mempertimbangkan hengkang dari Manchester City pada musim panas. Tujuannya adalah agar sang pelatih dapat memulihkan tenaga dan energinya.

“Ketika saya melihat mata Anda, ketika saya melihat wajah Anda, dan juga dari hal-hal lainnya, Anda sebenarnya tidak perlu menjelaskan kepada orang-orang yang tidak paham tentang diri Anda, siapa Anda, dan bahwa Anda tidak mungkin selalu menang,” ujar Sammer.

Ia menambahkan, "Saya akan menyarankannya untuk menarik napas panjang."

Bagaimana Masa Depan Guardiola di Manchester City?

Manchester City sendiri masih terlibat dalam perburuan gelar Premier League musim ini. Meskipun tertinggal sembilan poin dari Arsenal yang memuncaki klasemen, skuad asuhan Pep Guardiola masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit.

Pertemuan krusial antara Manchester City dan Arsenal dijadwalkan bulan depan di Etihad, yang berpotensi menjadi penentu arah persaingan gelar. Selain itu, The Citizens juga baru saja sukses mengalahkan Liverpool di perempat final Piala FA, menunjukkan performa yang solid.

Meski keraguan tentang masa depannya masih mengemuka, Guardiola sempat memberikan sinyal positif. Ia menyebut timnya akan menjadi lebih baik di musim depan, sebuah pernyataan yang diungkapkan setelah keberhasilan mereka menjuarai Carabao Cup sebelumnya.

Recommended