Aksi Borong Asing Picu Lonjakan Saham PADI dan MINA hingga Auto Rejection Atas

Pasar modal Indonesia dikejutkan dengan pergerakan agresif dua emiten yang mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan sesi I, Senin (23/2/2026). PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) mendadak menjadi primadona bursa setelah terpantau melonjak tajam di tengah antusiasme investor.

Fenomena ini menarik perhatian pelaku pasar karena volume transaksi yang tercipta tergolong cukup masif untuk kategori emiten tersebut. Pergerakan harga yang eksplosif ini mengindikasikan adanya aliran dana besar yang masuk ke pasar reguler, sehingga mendorong kedua saham tersebut menempati jajaran top gainers.

Bagi para trader dan investor, lonjakan harga yang disertai volume tinggi biasanya menjadi sinyal kuat mengenai tren jangka pendek. Untuk memahami lebih dalam apa yang sebenarnya menggerakkan harga kedua saham ini, mari kita bedah data transaksi dan sentimen yang melatarbelakangi reli tersebut berdasarkan laporan aktivitas bursa terkini.

Alasan Saham PADI dan MINA Melonjak Tajam

Penyebab utama melesatnya harga saham PADI dan MINA pada hari ini adalah adanya akumulasi beli yang masif oleh investor asing. Arus modal masuk (capital inflow) ini memberikan sentimen positif yang kuat, mengingat keterlibatan asing sering kali dianggap sebagai indikator kepercayaan terhadap prospek emiten atau adanya aksi korporasi tertentu yang tengah diantisipasi pasar.

Bedah Data Transaksi Saham PADI yang Menyentuh Level Rp170

Saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) menunjukkan performa yang luar biasa dengan lonjakan harga mencapai 25,93%. Angka ini membawa PADI mendarat di level harga Rp170 per lembar saham pada penutupan sesi pertama. Berikut adalah rincian aktivitas pasarnya:

  • Volume Transaksi: Mencapai 230 miliar lembar saham.

  • Nilai Transaksi: Menembus angka Rp366,4 miliar.

  • Frekuensi: Terjadi sebanyak 81,39 ribu kali transaksi.

  • Net Buy Asing: Berdasarkan data Stockbit, asing mencatatkan beli bersih sebanyak 147.706.200 saham, menjadikannya salah satu saham dengan volume beli asing terbanyak hari ini.

Pergerakan Saham MINA di Tengah Dominasi Pembeli Asing

Setali tiga uang dengan PADI, saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) juga menunjukkan taji dengan kenaikan sebesar 14,14% ke posisi harga Rp426 per saham. Meskipun persentase kenaikannya tidak setinggi PADI, nilai transaksi MINA justru lebih besar, mencerminkan adanya transaksi di harga yang lebih premium.

Data Bursa Efek Indonesia (IDX) mencatat transaksi MINA mencapai Rp408 miliar dengan volume 975 juta saham. Adapun aksi beli bersih asing pada saham ini tercatat sebesar 77.665.800 saham. Tingginya frekuensi perdagangan yang mencapai 86,26 ribu kali menunjukkan likuiditas saham ini sedang sangat cair di pasar.

Analisis Kedatangan Investor Asing di Saham Lapis Kedua

Masuknya investor asing ke saham-saham seperti PADI dan MINA sering kali dikaitkan dengan strategi diversifikasi portofolio atau respons terhadap kinerja fundamental perusahaan yang mulai membaik. Dalam mekanisme pasar modal, net buy asing dalam jumlah besar biasanya memicu efek bola salju, di mana investor domestik ikut melakukan aksi beli karena melihat adanya dukungan dana kuat (big money).

Sesuai dengan prinsip transparansi pasar, otoritas bursa terus memantau pergerakan harga yang tidak wajar. Namun, sejauh ini kenaikan PADI dan MINA terpantau didorong oleh mekanisme pasar yang murni melalui akumulasi volume. Investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas tinggi yang biasanya mengikuti saham-saham dengan lonjakan drastis dalam waktu singkat.

Pernyataan Terkait Aktivitas Pasar

Pihak otoritas bursa secara umum selalu menghimbau agar investor senantiasa memperhatikan keterbukaan informasi sebelum mengambil keputusan investasi. “Investor disarankan untuk selalu mencermati kinerja emiten dan setiap informasi yang disampaikan perusahaan melalui kanal resmi Bursa Efek Indonesia guna menghindari risiko investasi yang tidak terukur,” sebagaimana ringkasan dari himbauan rutin pihak otoritas jasa keuangan dan bursa terkait saham dengan volatilitas tinggi.

Dikutip dari investor.id 23/2/2026.

Recommended