Anggota TNI Gugur di Lebanon Akibat Serangan Israel, Netizen Berduka

Seorang prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon tewas akibat serangan Israel, memicu duka dan kecaman netizen.

Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon dilaporkan tewas. Insiden tersebut terjadi akibat serangan Israel. Selain korban jiwa, satu prajurit TNI lainnya juga mengalami luka-luka dalam kejadian yang memilukan ini.

Kabar mengenai gugurnya prajurit TNI tersebut sontak memicu gelombang duka dan kecaman dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia, terutama di platform media sosial. Banyak netizen mengungkapkan keprihatinan dan amarah mereka atas insiden ini.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, pada Senin (30/3/2026) melalui akun X resminya, mengutuk keras insiden yang merenggut nyawa prajurit Indonesia tersebut. “Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama,” kata Guterres.

Guterres juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga, teman, dan rekan-rekan penjaga perdamaian yang meninggal, serta kepada pemerintah Indonesia. Ia turut berharap agar prajurit yang terluka segera pulih sepenuhnya.

Reaksi keras datang dari warganet, yang mempertanyakan pembelaan terhadap Israel setelah insiden tersebut. “Masih ada kah yang akan membela israel setelah mereka membunuh anggota TNI kita? Mereka membunuh ribuan orang di Gaza, Iran, Lebanon dan sekarang TNI kita juga jadi korban mereka,” tulis seorang netizen, dikutip dari Detik iNET.

Banyak pula komentar lain yang menyatakan belasungkawa, seperti “Turut berdukacita atas gugurnya prajurit TNI di Libanon,”. Ada pula yang menyoroti kedaulatan pasukan perdamaian. “Kedaulatan pasukan perdamaian kita di Lebanon (UNIFIL) terancam oleh serangan Israel. Ada prajurit kita yang gugur di medan tugas,” kata warganet lainnya.

Desakan agar pemerintah Indonesia segera bertindak juga muncul dari publik. Akun-akun media sosial menanyakan sikap pemerintah, khususnya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo. “@prabowo apa tindakan anda terkait tewasnya satu tentara Indonesia oleh serangan Israel?” tanya sebuah akun.

“Kita tunggu aja tanggapan presiden apalagi beliau juga mantan tentara, gimana perasaan ada prajurit yang gugur karena ulah Israel,” tambah warganet lainnya, menunjukkan harapan agar pimpinan negara memberikan respons tegas.

Pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, juga telah menyampaikan belasungkawa terdalam atas gugurnya prajurit TNI tersebut. Selain itu, Indonesia menegaskan kecaman kerasnya terhadap serangan Israel di Lebanon.

“Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan menyerukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” ujar Kemlu RI melalui akun X @Kemlu_RI pada Senin (30/3/2026), dilansir dari Detik iNET. Pernyataan ini menegaskan posisi Indonesia yang menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban atas kejadian yang menimpa pasukan perdamaiannya.

Recommended