Atap Boarding Lounge Terminal 3 Bandara Soetta Jebol Akibat Hujan Lebat

Atap area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta jebol. Ini akibat hujan lebat pada Senin (6/4/2026).

PT Angkasa Pura Indonesia mengonfirmasi adanya insiden kebocoran atap di area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kejadian ini, yang sempat viral di media sosial, terjadi pada Senin (6/4/2026) saat hujan lebat melanda.

Menurut Yudistiawan, Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, kebocoran tersebut hanya terjadi di satu titik dan berlangsung singkat. Hal ini dilansir dari Detik Finance.

“Kondisi gangguan di satu titik atap tersebut berlangsung kurang lebih selama 5 menit. Petugas operasional bandara langsung melakukan penanganan, termasuk pembersihan dan pembatasan area terdampak, sehingga kondisi dapat segera dikendalikan,” jelas Yudis Tiawan.

Saat ini, area terdampak telah bersih dan situasi operasional bandara kembali kondusif. Seluruh fasilitas sisi udara, seperti runway, taxiway, dan apron, dipastikan dalam kondisi baik.

Fasilitas tersebut juga tetap beroperasi normal tanpa genangan yang mengganggu pergerakan pesawat. Namun, hujan lebat hari itu juga memengaruhi beberapa pergerakan penerbangan, terutama pada fase pendaratan.

Berdasarkan data dari Airport Operation Control Center (AOCC), tercatat sebanyak 12 penerbangan dialihkan ke bandara lain. Sebanyak 14 penerbangan melakukan prosedur holding, 13 penerbangan go around, dan 1 penerbangan kembali ke apron (Return to Apron/RTA).

Yudis Tiawan menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama. Ini berlaku dalam setiap pengambilan keputusan operasional. Koordinasi intensif terus dilakukan.

Pihak bandara berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, maskapai, dan seluruh pemangku kepentingan terkait. Ini bertujuan untuk memastikan operasional penerbangan berjalan aman, tertib, dan terkendali di tengah kondisi cuaca yang kurang kondusif.

Personel bandara melakukan pengawasan selama 24 jam terhadap seluruh fasilitas, termasuk infrastruktur bangunan. Jika ada potensi gangguan, area sekitar akan disterilisasi dari penumpang pesawat dan pekerja bandara. Ini dilakukan untuk meminimalkan dampak yang ada.

Sebagai langkah antisipasi, pengguna jasa bandara diimbau untuk memantau informasi jadwal penerbangan. Informasi dapat diakses melalui kanal resmi maskapai atau layar informasi di bandara.

Penumpang juga disarankan untuk datang lebih awal. Langkah ini untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penyesuaian jadwal akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Recommended