Pulau Bali bersiap menjadi lokasi penyelenggaraan dua kejuaraan renang perairan terbuka tingkat internasional yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026. Kompetisi ini ditargetkan mampu menjadi momentum besar dalam memperkuat sektor sport tourism di Indonesia, terutama bagi Pulau Dewata.
Seperti dilansir dari Bola, Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI) Pusat dan PB AI Provinsi Bali telah melakukan kunjungan serta audiensi resmi dengan Gubernur Bali Wayan Koster. Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, untuk mematangkan kesiapan wilayah tersebut sebagai tuan rumah.
Dua agenda internasional yang akan digelar meliputi A•stream Open Water Swimming Series dan 12th Asian Open Water Swimming Championships 2026. Kedua kompetisi ini akan dipusatkan di Pantai Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, pada 13–15 Juni 2026.
Sebelum dua ajang tersebut, Indonesia Short Course Emerging Series 2026 akan dilaksanakan terlebih dahulu di Stadion Akuatik GBK pada 4-6 Juni 2026. Kompetisi tingkat nasional ini melibatkan ratusan atlet muda guna memperkuat pembinaan renang nasional melalui kejuaraan lintasan pendek berstandar internasional.
Ketua Harian PB AI, Harlin E Rahardjo, memberikan penjelasan mengenai hasil pertemuan dengan pihak pemerintah daerah. Menurutnya, Gubernur Bali menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kejuaraan renang tersebut.
"Beliau (Gubernur Koster) sangat mendukung kejuaraan ini, dan juga berpesan bahwa event ini harus dijadikan momentum untuk meningkatkan sport tourism di Bali," kata Harlin.
Harlin memproyeksikan bahwa kompetisi ini akan diramaikan oleh peserta yang berasal dari lebih dari 17 negara. Adapun total atlet yang berpartisipasi diperkirakan menembus angka 300 hingga 400 orang.
Jumlah kunjungan ke Bali diprediksi akan berlipat ganda karena para atlet datang bersama jajaran ofisial pelatih dan anggota keluarga mereka.
"Apalagi peserta dari kejuaraan ini mencapai lebih dari 17 negara. Jadi ada sekitar 300-400 orang yang akan ikut belum lagi ofisial dan juga keluarganya," kata Harlin.
Tingginya angka partisipasi dari mancanegara dipandang sebagai peluang strategis bagi Bali. Momen ini dapat dimanfaatkan untuk mendongkrak pariwisata sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke ranah global.
Pihak penyelenggara tidak hanya berfokus pada jalannya pertandingan olahraga. Panitia juga mengagendakan pementasan beragam kesenian tradisional khas Bali sepanjang periode pelaksanaan acara guna menghibur para pengunjung.
Sektor ekonomi kerakyatan juga mendapat ruang khusus, di mana para pelaku UMKM lokal diberikan kesempatan untuk memamerkan sekaligus memasarkan produk-produk kerajinan dan kuliner khas Bali.
"Jadi nanti selain dari event olahraga ada juga disuguhkan kesenian-kesenian khas Bali. Kemudian juga nanti kita harapkan mereka bisa berbelanja oleh-oleh khas Bali," kata Harlin.
Ketua PB AI Provinsi Bali, Komang Takuaki Banuartha, menerangkan bahwa pihaknya telah menyusun rekomendasi sejumlah destinasi wisata potensial. Tempat-tempat tersebut dipersiapkan untuk dikunjungi oleh para peserta di sela-sela jadwal kompetisi.
"Jadi kita akan mengarahkan mereka juga selain berlomba tapi juga menikmati makanan, menikmati keindahan alam dan keindahan wisata, tempat-tempat wisata. Dan juga tidak lupa mereka bisa beli oleh-oleh di Bali. Mudah-mudahan dengan dukungan bapak Gubernur ini bisa sukses eventnya dan lancar semuanya," kata Komang.
Kembalinya Kejuaraan Asia ke Pulau Dewata
Komang memaparkan bahwa kejuaraan internasional ini merupakan agenda rutin tahunan yang lokasi penyelenggaraannya digilir antarnegara. Pada tahun ini, Asian Akuatik memberikan kepercayaan penuh kepada Indonesia untuk bertindak sebagai pelaksana.
Penunjukan Bali dinilai sebagai sebuah kehormatan besar sekaligus menjadi bukti kuat bahwa Pulau Dewata masih memiliki daya tarik yang tinggi di mata komunitas olahraga internasional.
"Ini memang suatu kehormatan dan ini salah satu yang terbesar dari kepesertaan karena mungkin dari daya tarik Bali ini," kata Komang.
Daftar peserta kompetisi ini dipastikan meluas, tidak hanya mencakup wilayah Asia, melainkan juga menarik minat perenang dari Australia serta warga negara asing yang berdomisili di Bali.
"Nanti akan ada dari Australia kali. Jadi yang dekat Australia ada, terus ada orang-orang asing yang sedang tinggal di Bali juga akan ikut. Jadi akan banyak, terutama negara-negara tetangga itu banyak yang ikut," kata Komang.
Penyelenggaraan Asian Open Water Swimming Championships tahun ini menandai kembalinya ajang tersebut ke Bali setelah penantian panjang. Bali tercatat pernah menjadi tuan rumah untuk event serupa pertama kali pada tahun 2008 silam.
"Kalau kejuaraan Asian ini mungkin yang kedua karena yang pertama 2008 udah lama sekali. Kalau Asia Tenggara kita pernah bikin dua tahun lalu tapi lebih kecil, kalau ini lebih besar," kata Komang.
Pelaksanaan kejuaraan ini diharapkan mampu mengalirkan dampak positif yang luas bagi masyarakat setempat, baik dari aspek perkembangan prestasi olahraga maupun pemulihan roda perekonomian daerah.
"Harapannya semoga event ini bisa memberikan dampak kepada masyarakat Bali. Tidak hanya tadi di dalam bidang olahraga tapi juga di dalam bidang pariwisata, UMKM dan bisa menggerakkan ekonomi Bali juga. Dan mudah-mudahan memberikan kesan positif terhadap Indonesia, khususnya Bali kepada para peserta ini yang juga wisatawan," kata Komang.