Memasuki pengujung pekan ketiga Februari, kondisi atmosfer di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpantau masih menunjukkan intensitas curah hujan yang fluktuatif namun cenderung melandai dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Bagi masyarakat yang telah menyusun rencana agenda luar ruangan di hari Sabtu besok, sangat disarankan untuk tetap membawa perlengkapan pelindung hujan meskipun intensitasnya diprediksi tidak setinggi periode puncak musim hujan lalu.
Secara umum, prakiraan cuaca menunjukkan transisi dari kondisi hujan sedang ke hujan ringan di sebagian besar wilayah kabupaten dan kota. Menariknya, wilayah Sleman dan Gunungkidul diprediksi akan memiliki durasi berawan yang lebih panjang, memberikan kesempatan bagi warga untuk beraktivitas tanpa gangguan air langit secara terus-menerus. Namun, kelembapan udara yang tinggi hingga mencapai angka 99 persen patut diwaspadai karena dapat memicu rasa gerah yang cukup menyengat atau kondisi “sumuk” khas tropis.
Bagi para pelancong yang sedang menikmati liburan di Yogyakarta, fenomena cuaca ini merupakan hal yang lumrah terjadi pada bulan Februari. Pihak otoritas terkait pun terus mengimbau agar kewaspadaan tetap dijaga, terutama bagi mereka yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai atau area perbukitan yang rawan longsor akibat akumulasi air hujan dari hari-hari sebelumnya. Berikut adalah rincian detail prakiraan cuaca untuk masing-masing wilayah di DIY.
Detail Prakiraan Cuaca DIY Sabtu 21 Februari 2026
Berdasarkan data terbaru, berikut adalah tabel prakiraan cuaca lengkap untuk lima kabupaten/kota di DIY pada Sabtu, 21 Februari 2026:
| Wilayah | Kondisi Cuaca | Suhu Udara (°C) | Kelembapan (%) |
| Kota Yogyakarta | Hujan Ringan | 23–29 | 74–99 |
| Sleman | Berawan | 23–28 | 78–96 |
| Bantul | Hujan Ringan | 23–29 | 74–99 |
| Gunungkidul | Berawan | 22–28 | 73–99 |
| Kulon Progo | Hujan Ringan | 22–29 | 71–98 |
Dikutip dari bmkg.go.id 20/2/2026