Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah untuk memberikan respons yang tepat terhadap dampak dari konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Ketua DPR, Puan Maharani, menekankan pentingnya kepastian kebijakan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ia berharap kebijakan tersebut tidak akan membebani masyarakat, terutama terkait dengan biaya mudik, transportasi, dan harga kebutuhan pokok.
Harga minyak dunia saat ini telah mencapai US$ 110 per barel, melampaui asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berada di level US$ 70 per barel. Puan juga meminta pemerintah untuk mengantisipasi potensi masalah akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
"Masih ada dua minggu ini menjelang Lebaran, tentu saja kami akan meminta pemerintah untuk bisa melakukan semua mitigasi, antisipasi hal-hal yang terbaik untuk dilakukan," ujar Puan dalam Rapat Paripurna pembukaan masa persidangan IV 2025-2026, Selasa (10/3/2026).
Puan menambahkan, pemerintah perlu memastikan bahwa masyarakat tidak terbebani oleh masalah transportasi, pangan, dan lain sebagainya menjelang Lebaran.
Saat ini, masyarakat Indonesia terus menaruh harapan agar pemerintah dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan mereka. Hal ini dapat diwujudkan melalui pembukaan lapangan kerja yang lebih banyak, akses pendidikan yang semakin luas dan mudah dijangkau, serta akses kesehatan yang tidak berbelit-belit.
"Dalam situasi perekonomian tersebut, dan pada saat yang sama, rakyat masih terus menaruh harapan besar agar negara hadir dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penghasilan rakyat, meningkatkan akses rakyat untuk mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan; serta memperkuat ekonomi kerakyatan," terang Puan.
DPR akan berupaya menjaga kemampuan fiskal APBN Tahun Anggaran 2026 agar tetap mampu menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat. Puan berharap tidak ada masyarakat yang mengalami penurunan kelas sosial.
"Oleh karena itu politik anggaran Pemerintah harus dapat menjaga ketahanan fiskal yang dapat memastikan bahwa rakyat tetap mendapatkan jalan menuju kesejahteraannya, mendapat pekerjaan, penghasilannya meningkat, mendapatkan pelayanan umum yang berkualitas, merasa aman dan tentram," pungkas Puan.