Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, melayangkan ancaman pengunduran diri kepada manajemen klub setelah timnya mengalahkan Fiorentina dengan skor 4-0 dalam lanjutan Liga Italia pada Selasa (5/5/2026) dini hari WIB. Ultimatum tersebut berkaitan dengan tuntutan transparansi kebijakan internal untuk musim depan.
Kemenangan telak di markas lawan tersebut mengantarkan skuad berjuluk I Giallorossi naik ke peringkat kelima klasemen sementara Serie A. Sebagaimana dilansir dari Bola, Roma kini hanya terpaut satu poin dari Juventus yang menempati posisi keempat atau batas zona Liga Champions.
Keberhasilan ini juga menandai pencapaian signifikan bagi Gian Piero Gasperini yang mencatatkan 26 kemenangan di kompetisi domestik sepanjang tahun 2025. Namun, prestasi di lapangan dibayangi oleh ketegangan internal antara staf pelatih dan jajaran direksi klub di Trigoria.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Gasperini menuntut kejelasan visi dari manajemen guna menghindari miskomunikasi seperti yang terjadi sebelumnya. Ia menyoroti berakhirnya kerja sama Claudio Ranieri sebagai penasihat tim sebagai salah satu dampak keretakan hubungan tersebut.
"Kita harus menghindari kesalahpahaman yang terjadi sebelumnya. Dibutuhkan kejelasan yang lebih besar. Mungkin di masa lalu kita salah memahami satu sama lain," kata Gian Piero Gasperini, Pelatih AS Roma.
Gasperini juga menyatakan kekesalannya terhadap pihak-pihak yang menganggap skuad Roma saat ini hanya layak berada di posisi kelima. Ia menegaskan bahwa gairah serta pertumbuhan para pemainnya telah membuktikan kapasitas tim untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Terkait bursa transfer mendatang, pelatih kawakan ini menegaskan tidak akan menerima keputusan sepihak dari manajemen dalam perombakan tim. Ia menolak rencana pembelian pemain yang tidak sesuai dengan kebutuhan taktik yang ia bangun di dalam skuad.
Ancaman hengkang ditegaskan Gasperini jika visi kepelatihannya tidak lagi sejalan dengan kebijakan klub. Ia menyatakan lebih memilih pergi daripada harus bekerja di bawah paksaan ide orang lain yang dianggap bisa merusak nilai-nilai tim yang sudah terbentuk.