Pelatih AS Roma Gian Piero Gasperini memberikan klarifikasi mengenai aksi emosionalnya yang menangis saat sesi konferensi pers menjelang laga Liga Italia melawan Atalanta di Stadion Olimpico pada Jumat (17/04/2026). Gasperini sempat meninggalkan ruangan setelah membahas konflik internal tim.
Sebagaimana dilansir dari Bola, momen tersebut dipicu oleh ketegangan antara sang pelatih dengan penasihat senior klub, Claudio Ranieri. Gasperini juga sempat membandingkan situasi manajemen klubnya saat ini dengan pengalaman masa lalunya ketika masih menangani Atalanta.
Pertandingan antara AS Roma dan Atalanta yang berlangsung Sabtu (18/04/2026) berakhir imbang dengan skor 1-1. Namun, perhatian publik tetap tertuju pada kondisi psikologis pelatih berusia lanjut tersebut yang mengaku faktor usia mempengaruhi kontrol emosinya.
"Saya semakin tua, jadi mudah terharu. Tapi tolong, jangan tempatkan saya di level yang sama dengan mereka yang mengeluarkan pernyataan-pernyataan itu… Bukan saya yang memulai drama ini," ujar Gian Piero Gasperini, Pelatih AS Roma.
Situasi internal yang memanas memicu reaksi negatif dari para pendukung tim Serigala Ibu Kota yang memberikan cemoohan di stadion. Gasperini menegaskan bahwa para penggemar berhak merasa kecewa atas dinamika buruk yang terjadi di dalam organisasi klub sebelum pertandingan dimulai.
Direktur Olahraga AS Roma Frederic Massara mencoba menenangkan situasi dengan menyatakan bahwa dinamika tersebut merupakan hal lumrah dalam sepak bola profesional. Melalui pernyataannya kepada DAZN, ia menegaskan bahwa manajemen tetap fokus pada pencapaian tim di sisa musim.
Massara menambahkan bahwa seluruh elemen klub masih berupaya menjaga soliditas demi meraih hasil maksimal di lapangan. Hingga saat ini, pihak klub berupaya meredam spekulasi mengenai keretakan hubungan antara pelatih dan jajaran direksi senior.