Yayasan Bill & Melinda Gates berencana melakukan pengurangan tenaga kerja sebesar 20 persen yang dijadwalkan selesai pada tahun 2030 mendatang. Langkah efisiensi ini diambil menyusul hasil tinjauan eksternal lembaga terhadap keterkaitan yayasan dengan terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein, pada Senin (4/5/2026).
Dilansir dari Detik iNET melalui laporan The Wall Street Journal (WSJ), kebijakan ini mencakup pembatasan anggaran operasional tahunan menjadi sebesar USD 1,25 miliar. Padahal sebelumnya, Gates Foundation tercatat memiliki alokasi anggaran mencapai USD 9 miliar untuk periode tahun 2026.
"Ini adalah masa yang penuh tantangan bagi organisasi kami dalam banyak hal, tetapi ini juga menyoroti pentingnya mengambil tindakan tegas sekarang," kata CEO Gates Foundation, Mark Suzman, dalam sebuah memo internal kepada karyawan.
Pihak yayasan memberikan klarifikasi melalui email kepada CNBC bahwa poin-poin dalam laporan tersebut bukan merupakan pengumuman baru. Pihak manajemen menyebut informasi tersebut merupakan bagian dari pembaruan operasional rutin yang telah disampaikan CEO Mark Suzman sebelumnya kepada seluruh staf.
Bill Gates, selaku pendiri, dijadwalkan akan menjalani wawancara dengan Komite Pengawasan dan Reformasi Pemerintah DPR pada 10 Juni 2026 terkait hubungannya dengan Epstein. Pada Februari lalu, Gates telah menyampaikan permohonan maaf kepada staf yayasan atas interaksinya dengan pria yang meninggal di penjara pada 2019 tersebut.
Dalam pengakuannya, Gates menyebut telah menjalin pertemanan dengan Epstein pada 2011, tiga tahun setelah Epstein mengaku bersalah atas kasus prostitusi anak di bawah umur. Gates menegaskan kepada karyawannya bahwa dirinya tidak melakukan ataupun melihat tindakan ilegal selama interaksi tersebut berlangsung.
Jeffrey Epstein ditemukan meninggal dunia di penjara federal New York pada Agustus 2019 setelah ditangkap kembali atas tuduhan perdagangan seks anak. Investigasi mendalam terus dilakukan untuk meninjau pengaruh hubungan personal Gates terhadap integritas operasional yayasan filantropi terbesar di dunia tersebut.