Guardiola Akui Real Madrid Punya Mentalitas Bangkit

Pep Guardiola mengakui Real Madrid selalu mampu bangkit meski dalam tekanan. Ia menyebut timnya kurang detail dalam memaksimalkan peluang.

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengakui mentalitas Real Madrid yang selalu bangkit di saat tertekan. Hal ini diungkapkan setelah timnya kalah dengan skor telak pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Guardiola menyatakan bahwa Real Madrid memiliki karakter khas yang selalu mampu bangkit meski banyak pihak meragukan mereka. "Ini adalah kali ke-50 saya menghadapi Madrid sebagai pemain dan pelatih. Bisa dibilang ini seperti 'ulang tahun' saya melawan mereka. Mereka memang selalu seperti ini," kata Guardiola.

Menurut Guardiola, Real Madrid selalu menunjukkan mentalitas kuat ketika berada dalam tekanan. "Setiap kali Anda atau orang lain berpikir mereka sedang terpuruk, Anda bisa yakin mereka akan bangkit dan melawan," ujarnya.

Meskipun kalah dengan selisih tiga gol, Guardiola merasa performa Man City tidak seburuk yang terlihat dari hasil akhir. Ia menilai timnya mampu menciptakan sejumlah peluang, namun gagal memaksimalkannya.

Guardiola juga menyoroti penampilan gemilang kiper Madrid, Thibaut Courtois, yang melakukan penyelamatan penting pada babak kedua. "Courtois melakukan satu penyelamatan luar biasa di babak kedua. Kami sebenarnya cukup sering masuk ke area penalti mereka, tetapi kami kurang detail dalam mengubah peluang menjadi gol," jelasnya.

Ia mengakui timnya seharusnya bisa bertahan lebih baik saat kebobolan gol pertama. Namun, pada babak kedua, Guardiola menilai anak asuhnya mampu bersaing lebih baik. "Untuk gol pertama, kami harus bertahan lebih baik, tetapi pada babak kedua kami tampil lebih kompetitif. Performa kami sebenarnya tidak seburuk yang terlihat. Madrid bermain sangat baik, tetapi kami juga menciptakan banyak peluang," tutur mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen itu.

Komentar Tambahan

Guardiola juga mengakui penyelamatan penalti oleh kiper Gianluigi Donnarumma membuat situasi tidak makin buruk bagi timnya. "Tentu saja penyelamatan penalti membuat skor 3-0 terasa lebih baik dibandingkan 4-0," ujarnya.

Meski begitu, Guardiola tidak ingin terlalu banyak berjanji soal peluang membalikkan keadaan pada leg kedua. "Saya bukan orang yang akan mengatakan kami pasti bisa membalikkan keadaan, tetapi kami akan mencoba," katanya.

Ia menjelaskan bahwa rencana permainan Man City sebenarnya berjalan cukup baik, terutama dengan memanfaatkan pemain sayap untuk membuka ruang bagi pemain tengah. "Targetnya adalah pemain sayap mengikat lawan sehingga ada ruang bagi pemain di tengah untuk masuk. Dalam banyak momen kami mampu menunjukkan identitas permainan kami," ujar Guardiola.

Meski kalah telak, ia memberikan kredit kepada Real Madrid yang dinilainya memiliki kualitas pemain luar biasa. "Saya harus memberi kredit kepada Madrid. Mereka memiliki pemain-pemain fantastis," ucap Guardiola.

Recommended