Pasar emas perhiasan di tanah air menutup akhir pekan ini dengan pergerakan yang cukup variatif. Bagi Anda yang berencana melakukan transaksi, penting untuk mencatat bahwa ada koreksi harga yang terjadi di beberapa gerai besar, sementara sebagian lainnya memilih untuk menahan harga tetap stabil di level penutupan hari sebelumnya.
Fenomena fluktuasi ini menjadi sinyal penting bagi para kolektor maupun investor mikro. Sebagaimana dikutip dari investor.id 28/2/2026, dinamika harga logam mulia sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar global, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, hingga tingkat permintaan perhiasan di pasar domestik yang cenderung meningkat menjelang periode tertentu.
Kondisi hari ini menunjukkan bahwa meski harga emas batangan sering menjadi acuan utama, harga emas perhiasan memiliki mekanisme pasar tersendiri karena adanya variabel biaya desain dan kadar karat yang sangat beragam. Memahami tren mingguan akan membantu Anda menentukan waktu terbaik, apakah saatnya "buyback" atau justru menambah koleksi baru.
Analisis Harga Emas Perhiasan Sabtu 28 Februari 2026
Berdasarkan pantauan data terbaru pada Sabtu pagi, Raja Emas Indonesia melakukan penyesuaian harga ke bawah (turun) untuk hampir seluruh kadar karatnya, kecuali emas 24 karat yang masih kokoh. Di sisi lain, Laku Emas (CMK Group) dan Hartadinata Abadi terpantau memilih posisi stagnan alias stabil tanpa perubahan dibanding harga Jumat kemarin.
Perbandingan Harga Antar Gerai
Secara umum, Hartadinata Abadi masih memegang posisi harga tertinggi untuk kategori emas perhiasan dengan kadar menengah ke atas. Hal ini seringkali dikaitkan dengan eksklusivitas desain dan jangkauan pasar yang mereka miliki. Sementara itu, Raja Emas Indonesia menawarkan opsi yang lebih kompetitif bagi konsumen yang mencari harga lebih miring di akhir bulan ini.
Faktor Pendorong Fluktuasi
Penurunan harga di Raja Emas Indonesia sebesar Rp3.000 hingga Rp6.000 per gram menunjukkan adanya tekanan teknis di pasar retail. Para analis berpendapat bahwa kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan devisa serta stabilitas ekonomi makro turut andil dalam menjaga agar harga tidak melonjak terlalu liar di tengah ketidakpastian global.
Rekapitulasi Mingguan: Tabel Harga Emas Perhiasan (21 – 28 Februari 2026)
Berikut adalah data komprehensif perkembangan harga emas perhiasan per gram untuk memberikan gambaran tren sepanjang minggu terakhir:
| Tanggal | Raja Emas (24K) | Laku Emas (24K) | Hartadinata (22K) | Status Pasar |
| 28 Feb | Rp 2.530.000 | Rp 2.620.000 | Rp 2.730.000 | Variatif (Cenderung Turun) |
| 27 Feb | Rp 2.530.000 | Rp 2.620.000 | Rp 2.756.000 | Stabil |
| 26 Feb | Rp 2.510.000 | Rp 2.608.000 | Rp 2.781.000 | Rebound Teknis |
| 25 Feb | Rp 2.530.000 | Rp 2.647.000 | Rp 2.792.000 | Koreksi Tajam |
| 24 Feb | Rp 2.560.000 | Rp 2.615.000 | Rp 2.792.000 | Tren Menguat |
| 23 Feb | Rp 2.520.000 | Rp 2.586.000 | Rp 2.779.000 | Stabil |
| 22 Feb | Rp 2.520.000 | Rp 2.586.000 | Rp 2.779.000 | Flat (Libur Pasar) |
| 21 Feb | Rp 2.520.000 | Rp 2.586.000 | Rp 2.779.000 | Lonjakan Awal |
Rincian Lengkap Harga Emas Berdasarkan Kadar Karat
Untuk membantu Anda melakukan pengecekan lebih detail, berikut adalah daftar harga per gram berdasarkan masing-masing gerai resmi:
1. Raja Emas Indonesia (Tren: Turun)
-
24 Karat: Rp 2.530.000 (Stabil)
-
22 Karat: Rp 2.150.000 (Turun Rp 6.000)
-
18 Karat: Rp 1.761.000 (Turun Rp 5.000)
-
14 Karat: Rp 1.370.000 (Turun Rp 3.000)
-
12 Karat: Rp 1.175.000 (Turun Rp 3.000)
2. Laku Emas – CMK Group (Tren: Stabil)
-
24 Karat: Rp 2.620.000
-
18 Karat: Rp 1.761.000
-
17 Karat: Rp 1.662.000
-
12 Karat: Rp 1.169.000
3. Hartadinata Abadi (Tren: Stabil)
-
22 Karat: Rp 2.730.000
-
20 Karat: Rp 2.677.000
-
17 Karat: Rp 2.385.000
-
9 Karat: Rp 1.511.000
-
6 Karat: Rp 1.193.000