Hezbollah mengklaim bertanggung jawab atas serangan rudal jarak jauh yang menargetkan fasilitas komunikasi strategis Israel. Serangan ini diklaim menghantam infrastruktur penting dalam sistem informasi yang dipimpin Benjamin Netanyahu.
Menurut laporan The Palestine Chronicle, Selasa (10/3/2026), target serangan adalah stasiun komunikasi satelit Israel, Emek HaEla Teleport, yang terletak di Lembah Elah, wilayah Palestina yang diduduki, sekitar 160 kilometer dari Lebanon.
Serangan tersebut diyakini menargetkan bagian penting dari jaringan komunikasi Israel yang mendukung sistem militer dan pengelolaan informasi strategis. Rudal jarak jauh digunakan dalam serangan ini, menunjukkan kemampuan Hezbollah untuk mencapai target di luar perbatasan.
Hezbollah menyatakan operasi ini sebagai respons terhadap konflik yang meluas di Timur Tengah. Serangan terhadap fasilitas komunikasi dinilai dapat mengganggu koordinasi dan arus informasi militer.
Mohammad Raad, seorang pejabat senior Hezbollah, menegaskan bahwa kelompoknya akan melanjutkan operasi militer selama konflik berlanjut.
Serangan ini menandai eskalasi konflik yang menargetkan tidak hanya pangkalan militer, tetapi juga sistem teknologi dan jaringan informasi yang krusial bagi operasi militer modern.
Serangan lintas batas antara Hezbollah dan Israel telah meningkat dalam beberapa waktu terakhir, termasuk penggunaan roket, drone, dan rudal jarak jauh terhadap berbagai fasilitas strategis.
Ketegangan di kawasan tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya konfrontasi antara Israel dan kelompok-kelompok yang bersekutu dengan Iran.