Igor Tudor harus menghadapi kenyataan pahit kembali dicopot dari jabatannya sebagai pelatih. Kali ini, ia didepak dari Tottenham Hotspur setelah bertugas kurang dari 44 hari. Mantan juru taktik Juventus itu ditunjuk sebagai nakhoda sementara pada 14 Februari 2026, menggantikan Thomas Frank, seperti dilansir dari Bola. Pemecatan ini menjadi pukulan kedua bagi Tudor setelah sebelumnya mengalami nasib serupa di Juventus.
Selama masa jabatannya di Tottenham, pelatih berkebangsaan Kroasia tersebut memimpin tim dalam tujuh pertandingan. Hasilnya, Tottenham hanya meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan sisanya berakhir dengan kekalahan. Situasi ini semakin memperparah kondisi The Lilywhites di Premier League 2025/2026, yang kini terseok-seok di posisi ke-17 dengan 30 poin memasuki pekan ke-31.
Premier League memang dikenal kejam terhadap pelatih yang gagal memenuhi ekspektasi. Bahkan nama besar sekelas Jose Mourinho pernah merasakan pahitnya pemecatan. Berikut adalah empat pelatih yang bernasib lebih buruk dari Igor Tudor dalam sejarah Premier League, dikutip dari Planetfootball:
Eric Black (Aston Villa)
Eric Black mengambil alih Aston Villa pada April 2016 saat tim tengah berada di ambang degradasi, yang merupakan pertama kalinya sejak tahun 1980-an. Dalam tujuh pertandingan yang ia pimpin, Black menelan enam kekalahan, termasuk lima kekalahan beruntun di awal masa jabatannya. Momen terburuknya adalah kekalahan telak 4-0 dari Chelsea dan kekalahan 3-2 dari Watford, padahal sempat unggul di menit ke-90. Latar belakangnya sebagai asisten Steve Bruce di Birmingham tidak banyak membantu reputasinya di mata para pendukung Villa.
Ivan Juric (Southampton)
Ivan Juric menghadapi tantangan berat ketika menggantikan Russell Martin pada Desember 2024 di Southampton. Pertahanan tim yang sangat rentan menjadi masalah utama. Juric memulai kiprahnya dengan kekalahan kandang dari West Ham, diikuti oleh kekalahan beruntun dari Crystal Palace, Brentford (5-0 di kandang), Manchester United, dan Newcastle. Setelah lima kekalahan berturut-turut, Juric pergi ketika degradasi Southampton dipastikan pada awal April. The Saints menyelesaikan musim dengan hanya 12 poin, tetapi mereka sempat merayakan kemenangan setelah memecahkan rekor Derby County dengan menggelar pesta di kapal pesiar.
Scott Parker (Fulham)
Scott Parker mengambil alih Fulham pada Maret 2019 setelah Claudio Ranieri dipecat karena membawa skuad mahal ke ambang degradasi. Parker sendiri kalah dalam lima pertandingan pertamanya sebagai manajer, dengan kekalahan 4-1 dari Watford sebagai titik terendah. Namun, setelah periode buruk itu, ia berhasil meraih tiga kemenangan beruntun dan membawa Fulham promosi pada tahun berikutnya. Meskipun demikian, ia kemudian gagal mencegah Cottagers terdegradasi lagi pada musim 2020-2021.
Mick McCarthy (Sunderland)
Sunderland telah memecat Peter Reid pada September 2002 dan menunjuk Howard Wilkinson dan Steve Cotterill sebagai manajer ganda. Namun, eksperimen ini berakhir pada Maret 2003 ketika degradasi Sunderland sudah di depan mata. McCarthy ditunjuk untuk mengambil alih dan tidak mampu menghentikan laju tim menuju Divisi Satu. Mereka kalah dalam 15 pertandingan terakhir musim itu, sembilan di antaranya di bawah kepemimpinan McCarthy, sehingga terdegradasi dengan 19 poin. Meskipun demikian, Sunderland mempertahankan McCarthy selama dua musim di divisi kedua, sebelum akhirnya memecatnya pada Maret 2006 saat tim kembali memecahkan rekor buruk mereka sendiri dan finis dengan 15 poin.