IOC Batalkan Investigasi Presiden FIFA Gianni Infantino

IOC membatalkan rencana investigasi terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait dugaan pelanggaran piagam organisasi.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutuskan untuk tidak melanjutkan penyelidikan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait dugaan pelanggaran piagam organisasi.

Sebelumnya, muncul pertanyaan mengenai netralitas Infantino sebagai anggota IOC setelah ia menghadiri pertemuan perdana The Board of Peace di Washington, D.C., Amerika Serikat. Dalam acara itu, Infantino terlihat mengenakan topi merah bertuliskan "USA" dengan angka "45-47", yang merujuk pada masa jabatan Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat.

Kirsty Coventry, Presiden IOC, awalnya menyatakan bahwa pihaknya akan meninjau masalah ini. "Saya tidak mengetahui bahwa ada anggota IOC yang berada di posisi utama dalam acara itu," ujarnya.

Namun, IOC kemudian menyatakan bahwa masalah ini telah selesai dan upaya pengembangan FIFA di Gaza "sepenuhnya sesuai dengan peran federasi olahraga internasional," seperti yang dilaporkan oleh ESPN.

Dalam Piagam Olimpiade, anggota IOC diharapkan bertindak independen dari kepentingan politik maupun komersial. Mereka juga tidak diperkenankan menerima mandat atau instruksi dari pemerintah atau pihak lain yang dapat memengaruhi kebebasan bertindak dan memberikan suara.

Infantino diketahui memiliki hubungan dekat dengan Trump sejak kembalinya Trump ke Gedung Putih pada Januari 2025. Pada Desember 2025, Trump menerima penghargaan perdana FIFA Peace Prize dalam pengundian Piala Dunia 2026 di Washington, D.C.

Miguel Maduro, mantan Ketua Komite Tata Kelola FIFA, pernah menuduh Infantino melakukan pelanggaran terhadap prinsip netralitas FIFA setelah Infantino dinilai mendukung agenda politik Trump dalam suatu pidato di Miami pada November 2025. Organisasi advokasi FairSquare juga mengajukan pengaduan resmi kepada Komite Etik FIFA atas tuduhan pelanggaran berulang terhadap kewajiban netralitas politik oleh Infantino.

Dalam pertemuan The Board of Peace, Infantino mengumumkan bahwa FIFA telah menandatangani kemitraan dengan forum tersebut, yang membahas rencana pembangunan kembali Gaza. FIFA berencana membangun 50 lapangan mini di dekat sekolah dan kawasan permukiman, serta lima lapangan berukuran penuh di berbagai distrik. Selain itu, direncanakan pembangunan akademi FIFA berstandar modern dan stadion nasional berkapasitas 20 ribu penonton.

Coventry menegaskan bahwa IOC akan terus bersikap netral secara politik. "Itulah satu-satunya cara bagi kami sebagai organisasi untuk memastikan adanya keadilan di arena pertandingan. Itulah yang akan terus kami lakukan ke depan," jelasnya.

Recommended