Jadwal Premier League 2026/27 Bocor, Akhir Pekan Paskah Kosong

Kebijakan FIFA kembali mengubah kalender kompetisi. Premier League 2026/27 kosongkan akhir pekan Paskah dari pertandingan liga.

Rencana perubahan kalender kompetisi sepak bola kembali menuai perdebatan di Inggris. Kalender Premier League musim 2026/27 telah bocor, dan kebijakan terbaru FIFA memaksa penyesuaian jadwal, termasuk mengosongkan akhir pekan Paskah dari pertandingan liga.

Keputusan FIFA menggeser tanggal jeda internasional berdampak pada perubahan ini. Jeda internasional pertama pada tahun 2027 akan mencakup Jumat Agung dan Paskah, sehingga tidak ada pertandingan Premier League maupun EFL Championship pada akhir pekan tersebut.

Menurut laporan Daily Mail, periode jeda akan berlangsung dari Jumat Agung, 26 Maret, hingga Senin Paskah, 29 Maret. Kompetisi domestik akan kembali bergulir pada 3 April, dimulai dengan babak perempat final Piala FA. Sebagian besar pertandingan internasional diperkirakan akan dimainkan pada Sabtu dan Selasa dalam rentang waktu tersebut.

Liga-liga domestik disebut tidak diajak berkonsultasi sebelum FIFA menetapkan kalender terbaru ini. Keputusan ini diambil di tengah tekanan jadwal yang semakin padat dan dianggap menabrak tradisi sepak bola Inggris.

Perubahan signifikan sudah terlihat pada musim ini. Dari seluruh pertandingan kasta tertinggi yang biasanya meramaikan Boxing Day, hanya laga Manchester United versus Newcastle United yang dimainkan tepat pada 26 Desember. Sebagian besar laga lain baru dimainkan keesokan harinya.

Premier League memastikan bahwa jadwal Boxing Day musim depan akan kembali lebih "normal". Tahun ini, Boxing Day jatuh pada hari Sabtu, berbeda dengan musim lalu yang berada pada hari Jumat, sehingga penyesuaian jadwal dinilai lebih memungkinkan.

Perubahan lain juga menyentuh jeda internasional awal musim. Premier League dan Championship akan berhenti setelah 19 September dan baru kembali pada 10 Oktober. Peralihan ke jeda September yang lebih panjang ini telah disetujui Dewan FIFA pada Maret 2023 dan sekaligus membuka tambahan satu pekan untuk pertandingan domestik dalam kalender.

Akar Panjang Tradisi Laga Akhir Pekan Paskah

Tradisi laga akhir pekan Paskah memiliki akar panjang dalam sejarah sepak bola Inggris. Pertandingan Sabtu Paskah pertama tercatat digelar pada 1889, dan laga-laga di periode tersebut telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kalender kompetisi selama lebih dari satu abad.

Musim ini, perempat final Piala FA masih akan dimainkan pada akhir pekan Paskah, dengan Championship tetap menjadwalkan satu rangkaian laga pada Jumat Agung dan satu lagi pada Senin Paskah.

Secara umum, dalam satu tahun terdapat lima jeda internasional yang berlangsung pada Maret, Juni, September, Oktober, dan November. Masing-masing berdurasi dua pekan dan memungkinkan timnas memainkan maksimal 10 pertandingan, di luar turnamen besar seperti Piala Dunia, Euro, Copa America, Piala Afrika, Gold Cup, maupun Piala Asia.

Respons Pelatih terhadap Perubahan Kalender

Perubahan kalender ini tidak sepenuhnya disambut positif. Michael O'Neill, pelatih Timnas Irlandia Utara, mengungkapkan kekhawatiran bahwa format baru justru membuat negara-negara kecil makin kesulitan bersaing.

"Jika ke depan kami akan memainkan jendela empat pertandingan di Piala Dunia, yang saya yakini akan terjadi, itu akan menjadi tantangan," ujarnya.

O'Neill menyoroti kedalaman skuad sebagai persoalan utama. "Anda membutuhkan pemain pelapis, dan banyak negara besar bisa mengganti satu pemain Premier League dengan pemain Premier League lainnya. Saat ini kami tidak memiliki kedalaman seperti itu di skuad kami," imbuhnya.

Menurutnya, untuk menghadapi empat pertandingan dalam satu periode, sebuah tim mungkin perlu memanggil hingga 30 pemain. "Jika memikirkan untuk menutup kebutuhan empat laga itu, Anda mungkin akan memilih skuad berisi 30 pemain. Saya mungkin tidak akan punya pemain untuk dicoret, atau hanya sangat sedikit," katanya.

Recommended