Jet F-15E dan A-10 AS Diduga Ditembak Jatuh Iran

Dua jet militer Amerika Serikat, F-15E dan A-10, dilaporkan ditembak jatuh oleh Iran. Satu awak F-15 berhasil diselamatkan, sementara pencarian berlanjut.

Dua pesawat militer penting milik Amerika Serikat, yakni F-15E dan A-10, dilaporkan telah ditembak jatuh oleh tembakan Iran. Informasi ini disampaikan oleh beberapa pejabat kepada ABC News dan juga telah dikonfirmasi oleh sejumlah media ternama di AS, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

Insiden penembakan ini mengakibatkan salah satu awak F-15E berhasil diselamatkan. Namun, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung untuk menemukan awak lainnya yang terlibat dalam insiden tersebut. Sementara itu, dalam kejadian terpisah, sebuah pesawat A-10 terkena tembakan Iran tetapi pilotnya berhasil menerbangkan pesawat ke Kuwait dan selamat.

Jet F-15E telah menjadi tulang punggung kekuatan Angkatan Udara AS selama puluhan tahun. Varian F-15A pertama kali mengudara pada Juli 1972, diikuti oleh varian B, C, dan D pada tahun 1979. Varian E sendiri mulai beroperasi di Pangkalan Angkatan Udara Luke pada April 1988.

Pesawat ini dikenal memiliki rasio dorong terhadap berat mesin yang sangat tinggi, memungkinkan akselerasi luar biasa bahkan saat menanjak vertikal. Angkatan Udara AS juga menyoroti kemampuan manuvernya yang istimewa, memungkinkan jet berbelok tajam tanpa kehilangan kecepatan. F-15E dirancang sebagai pesawat tempur peran ganda, mampu beroperasi di segala kondisi cuaca untuk misi udara ke udara maupun udara ke darat.

F-15E dilengkapi kokpit belakang dengan empat layar untuk menampilkan berbagai data penting. Pilotnya juga memiliki heads-up display (HUD) kaca, yang menghilangkan kebutuhan untuk menunduk memeriksa status persenjataan. Pesawat ini dapat mencapai kecepatan 1.875 mph dan terbang hingga ketinggian 60.000 kaki. F-15E mampu membawa rudal serta dilengkapi meriam 20mm dengan 500 butir amunisi.

Spesifikasi A-10C Thunderbolt II

Pesawat A-10, yang juga dijuluki "Warthog", telah beroperasi selama beberapa dekade dan dirancang khusus untuk mendukung operasi darat dari ketinggian rendah. Meskipun memiliki kecepatan puncak yang relatif rendah, yaitu 420 mph, keunggulan utamanya terletak pada ketangguhannya.

Angkatan Udara AS menyatakan bahwa A-10 dibangun untuk mampu menerima tembakan dan tetap melanjutkan penerbangan. Pesawat ini dirancang untuk bertahan dari hantaman langsung proyektil penembus baja dan proyektil berdaya ledak tinggi hingga ukuran 23mm. Tangki bahan bakarnya dilengkapi fitur penutup otomatis (self-sealing) yang dilindungi busa internal dan eksternal. Sistem kontrol penerbangan hidrolik ganda juga didukung sistem manual, memungkinkan pilot tetap mengendalikan pesawat dan mendarat meskipun kehilangan tenaga hidrolik.

Recommended