Jet Tempur F-15E AS Dijatuhkan Rudal Panggul di Iran

Jet tempur F-15E milik Amerika Serikat ditembak jatuh di Iran menggunakan rudal panggul, menyebabkan dua penerbangnya harus diselamatkan secara dramatis.

Sebuah insiden mengejutkan menimpa jet tempur F-15E milik Amerika Serikat (AS) yang dilaporkan ditembak jatuh di Iran. Senjata yang digunakan untuk menjatuhkan pesawat tempur canggih tersebut secara teknologi dinilai cukup sederhana. Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa F-15E tersebut terkena rudal panggul (shoulder fired missile), yang memicu operasi penyelamatan dramatis bagi kedua penerbangnya.

Sebelumnya, Trump bersama para pejabat tinggi pemerintahannya mengklaim keberhasilan kampanye militer enam minggu yang menghancurkan militer Iran. Operasi tersebut dilaporkan melumpuhkan angkatan laut dan angkatan udara Iran hampir sepenuhnya, serta merusak banyak situs, peluncur rudal, dan pabrik drone. US Central Command menyatakan telah menyerang lebih dari 13.000 target dan merusak atau menghancurkan lebih dari 150 kapal Iran.

Namun, di balik klaim keberhasilan tersebut, terbukti bahwa individu atau kelompok militan kecil masih mampu menimbulkan ancaman signifikan bagi militer Amerika. Dalam kasus penembakan F-15E ini, pesawat tersebut dijatuhkan oleh senjata yang pengoperasiannya hanya membutuhkan sedikit personel, seperti dikutip dari Detik iNET.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump membeberkan detail penyelamatan kedua awak pesawat. Setelah pilot berhasil diselamatkan tak lama setelah kecelakaan, CIA kemudian mengidentifikasi lokasi awak kedua, seorang perwira sistem persenjataan atau penumpang belakang, yang bersembunyi di wilayah pegunungan.

"Dia memanjat tebing dengan pendarahan yang cukup hebat, mengobati lukanya sendiri, dan menghubungi pasukan Amerika untuk mengirimkan lokasinya," kata Trump.

Amerika Serikat segera meluncurkan misi penyelamatan dengan menerbangkan lebih dari 20 pesawat militer ke Iran setelah awak pesawat mengaktifkan suar (beacon) yang memancarkan lokasinya. Iran merespons dengan mengerahkan ribuan pasukannya sendiri ke wilayah tersebut untuk mencari awak yang jatuh.

Dugaan Rudal Panggul Buatan Rusia

Menurut sumber intelijen yang dilaporkan The Sun, Iran diduga menggunakan rudal panggul buatan Rusia yang mematikan untuk menjatuhkan jet tempur AS. Iran dilaporkan telah melakukan kesepakatan senilai 450 juta poundsterling dengan Moskow untuk mengakuisisi 500 peluncur Verba dan 2.500 rudal 9M336, terutama saat Trump mengindikasikan kemungkinan serangan ke Iran.

Diyakini bahwa sebagian dari senjata tersebut telah dikirim pada Januari. Analis intelijen mengklaim jet F-15E terkena sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) 9K333 Verba yang didapatkan dari Rusia, dalam sebuah penyergapan yang terencana.

Rudal ini dikenal efektif melawan pesawat terbang, helikopter, dan drone yang terbang di ketinggian rendah, dengan jangkauan sekitar 5 kilometer. Rudal ini dipandu oleh pencari inframerah tiga saluran, meningkatkan ketahanan dan mengurangi kelemahan terhadap suar pengecoh panas serta tindakan antisipasi lain dari jet tempur konvensional.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sendiri, dalam video propagandanya, mengklaim telah menembak jatuh jet tempur F-15 Eagle dan pesawat A-10 Warthog menggunakan sistem pertahanan udara produksi dalam negeri yang baru. Meskipun sistem pertahanan udara S-300 jarak jauh Iran yang dapat mengancam pesawat pengebom strategis sempat dilumpuhkan oleh rudal Tomahawk serta jet tempur F-35 dan F-22 di awal perang, keberadaan MANPADS jarak dekat ini kini menghadirkan ancaman baru yang tidak terduga.

Recommended