Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, akan memulai debutnya dalam ajang FIFA Series 2026 melawan St Kitts and Nevis. Formasi yang akan digunakan skuad Garuda di bawah arahan pelatih asal Inggris ini menjadi hal yang dinantikan.
Sebelum Herdman, Timnas Indonesia sempat menerapkan berbagai formasi berbeda di bawah asuhan Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert. Masing-masing pelatih memiliki pendekatan tersendiri dalam merancang strategi tim.
Menurut pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, Herdman hanya perlu menentukan formasi terbaik yang cocok untuk pemain seperti Jay Idzes. Waktu persiapan yang terbatas menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih berusia 50 tahun ini.
“John Herdman sepertinya tinggal menentukan formasi saja. Dia sudah banyak melakukan pertemuan-pertemuan dengan pemain kunci Timnas Indonesia. Itu bagus untuk melakukan tukar pikiran dan pendapat dengan pemain,” ujar Ronny Pangemanan dikutip dari kanal YouTube Nusantara TV.
Tantangan lain bagi Herdman adalah memastikan pemain dapat menjalankan formasi yang diinginkan dengan baik, mengingat hanya ada beberapa hari latihan sebelum laga pertama FIFA Series 2026 pada 27 Maret 2026.
“Karena, tidak cukup waktu bagi Herdman bersama pemain-pemain diaspora Timnas Indonesia yang bermain di Eropa. Karena, mereka hanya bisa berkumpul itu selama empat sampai lima hari,” ujar Bung Ropan.
Beberapa pemain Timnas Indonesia di Eropa masih akan bermain untuk klub mereka hingga 22 Maret 2026. Artinya, mereka baru bisa bergabung dengan timnas pada 23 atau 24 Maret 2026.
“Karena, beberapa pemain masih akan bertanding bersama klubnya di kompetisi pada tanggal 22 Maret, baik itu di Belanda, Prancis, Jerman, hingga Italia. Praktis, mereka baru tiba pada tanggal 23 Maret,” kata Ropan.
“Makanya, pertandingan pertama akan bergeser ke tanggal 27 Maret. Walaupun secara jadwal di FIFA, periodenya dimulai tanggal 23 hingga 31 Maret. Tetapi, Indonesia memilih tanggal 27. Itu bagus untuk recovery pemain,” lanjutnya.
Mantan penyerang Timnas Indonesia, Indriyanto Nugroho, juga menyampaikan pendapat serupa. Menurutnya, filosofi bermain yang tepat akan menentukan hasil yang diraih skuad Garuda di bawah kepemimpinan Herdman.
“Yang harus dilakukan John Herdman di Timnas Indonesia Ini membutuhkan proses dan perjuangan. Hal pertama yang layak dinanti ialah apa filosofi bermain yang akan digunakan?” ujar eks asisten pelatih Timnas Indonesia U-17 itu.
“Apakah filosofi ini bisa masuk ke pemain-pemain kita atau tidak? Sebab, ini berkaitan dengan formasi dan strategi yang digunakan. Apalagi, pemain-pemain naturalisasi kita sudah banyak yang berkarier di Indonesia,” imbuhnya.
Indriyanto menambahkan bahwa perubahan formasi adalah hal yang wajar bagi pemain. Ia yakin pemain Timnas Indonesia akan mampu beradaptasi dengan formasi baru yang akan diterapkan Herdman. Pengalaman serupa pernah ia rasakan saat dilatih oleh Romano Matte, yang mengubah formasi tim dari 3-5-2 menjadi 4-4-2.
“Yang pertama diberikan pelatih Romano Matte ketika itu adalah formasi terlebih dahulu. Karena, formasi kami dahulu masih menggunakan tiga bek. Dari awalnya 3-5-2, akhirnya berubah menjadi 4-4-2,” ujar dia.