Jop van der Avert Nikmati Karier Singkat Bersama PSIM Yogyakarta

Bek asal Belanda Jop van der Avert mengaku sangat menikmati perjalanan karier singkatnya bersama PSIM Yogyakarta di kompetisi sepak bola Indonesia.

Bek asing PSIM Yogyakarta Jop van der Avert menyatakan sangat menikmati perjalanan karier singkatnya bersama klub berjuluk Laskar Mataram tersebut dalam kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim 2025/2026.

Adaptasi kilat berhasil dilakukan oleh pemain asal Belanda tersebut semenjak didatangkan oleh manajemen Laskar Mataram pada bursa transfer paruh musim, tepatnya tanggal 3 Februari 2026, seperti yang dilansir dari Bola.

Pemain berusia 26 tahun itu langsung memegang peran vital di sektor pertahanan setelah melakoni laga perdana kontra Persik Kediri di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, pada Jumat, 13 Februari 2026.

Statistik mencatat bahwa pemain kelahiran Bergen op Zoom ini telah mengemas 13 pertandingan atau setara 1.170 menit bermain tanpa sekalipun absen ataupun digantikan hingga pekan ke-33 kompetisi bergulir.

Faktor keberadaan juru taktik serta sejumlah rekan setim yang sama-sama berasal dari Negeri Kincir Angin diakui sangat membantu kelancaran proses adaptasi sang pemain selama berada di Indonesia.

"Bagi saya sekarang sudah hampir empat bulan saya berada di Indonesia. Jadi, saya tidak punya waktu yang lama untuk beradaptasi di sini. Tapi di awal-awal saya tentu sangat terbantu dengan adanya pelatih yang sama-sama dari Belanda dan juga rekan satu tim dari Belanda," ujar Jop van der Avert, Bek PSIM Yogyakarta.

Sambutan hangat dari seluruh elemen tim membuat mantan penggawa klub Liga 2 Korea Selatan, Cheongju FC, itu merasa nyaman dan bisa mencurahkan fokus sepenuhnya untuk memberikan performa maksimal di lapangan.

"Jadi, saya mendapatkan sambutan yang hangat dan hal itu tentu sangat membantu saya saat berada di dalam lapangan," lanjut Jop van der Avert, Bek PSIM Yogyakarta.

Pemain bertinggi badan 186 cm ini mengutarakan bahwa setiap kompetisi di belahan dunia lain selalu menyuguhkan karakteristik serta atmosfer yang berbeda, termasuk dinamika sepak bola di tanah air.

"Setiap kali Anda pergi ke negara lain, Anda pasti melihat hal-hal yang berbeda, terutama tentang liganya. Setiap liga pasti punya karakteristiknya masing-masing," kata Jop van der Avert, Bek PSIM Yogyakarta.

Sebelum menjajal atmosfer sepak bola Asia bersama Cheongju FC dan PSIM Yogyakarta, pemain bernomor punggung 2 ini tercatat pernah menimba ilmu di akademi sepak bola Belanda seperti NAC Breda dan Willem II U-21, hingga memperkuat FC Dordrecht selama empat tahun.

"Tapi sejauh ini selama empat bulan ini harus saya akui bahwa saya sangat menikmatinya. Saya bisa katakan bahwa ini adalah empat bulan yang berkesan bagi saya," sambung Jop van der Avert, Bek PSIM Yogyakarta.

Pertandingan pamungkas musim ini bagi PSIM Yogyakarta dijadwalkan berlangsung dengan menghadapi Arema FC pada laga pekan ke-34 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jumat, 22 Mei 2026 sore WIB.

Recommended