Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dalam jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 27 April 2026. Penunjukan tokoh pergerakan ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola lingkungan hidup di bawah pemerintahan baru.
Pelantikan tersebut ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan di hadapan Kepala Negara serta sejumlah tamu undangan penting. Dilansir dari Medcom, Jumhur yang merupakan Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) kini mengemban amanah di sektor eksekutif setelah lama dikenal sebagai aktivis buruh.
Rekam jejak Jumhur dalam dunia pergerakan tercatat sejak menempuh pendidikan Teknik Fisika di Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1986. Ia aktif mengorganisasi berbagai aksi pembelaan hak rakyat, termasuk penolakan penggusuran lahan di wilayah Badega, Cimacan, hingga Kedung Ombo.
Salah satu peristiwa krusial dalam sejarah hidupnya terjadi pada 5 Agustus 1989 saat ia memimpin demonstrasi menolak kedatangan pejabat pemerintah di kampus ITB. Insiden tersebut menyebabkan Jumhur harus menjalani masa tahanan di Lapas Nusakambangan dan Lapas Sukamiskin hingga akhirnya bebas pada Februari 1992.
Setelah menyelesaikan masa tahanan, Jumhur terus memperdalam latar belakang akademisnya dengan mengambil studi Sosiologi di Universitas Indonesia. Pada tahun 1993, ia menjabat sebagai direktur eksekutif di Center for Information and Development Studies (CIDES) dan mendirikan organisasi pekerja pada 1998.
Pengalaman di jabatan publik sebelumnya pernah ia lalui saat menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Jabatan tersebut ia pegang selama tujuh tahun di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sejak Januari 2007.
Meski sempat tersandung persoalan hukum terkait kritik terhadap Undang-Undang Cipta Kerja pada Oktober 2020, dedikasinya di organisasi pekerja tetap berjalan. Jumhur terpilih kembali memimpin KSPSI untuk periode 2022-2027 melalui Kongres ke-10 yang memperkuat posisinya sebagai tokoh serikat pekerja nasional.
Selain aktif dalam aksi lapangan, Menteri Lingkungan Hidup yang baru ini produktif dalam menulis karya ilmiah dan buku bertema sosial-politik. Beberapa karya yang dipublikasikannya antara lain berjudul Jujur Terhadap Habibie dan Manifesto Kekuatan Ketiga.