Kabar mengejutkan dan menggembirakan datang dari dunia satwa liar, dengan munculnya kembali spesies langka yang tidak terlihat selama sekitar 40 tahun. Spesies kelinci Hainan (Lepus hainanus) yang sebelumnya diperkirakan hanya terbatas di wilayah barat Pulau Hainan, ditemukan bangkainya pada Desember 2024 di bagian timur laut pulau tersebut.
Penemuan tak terduga ini menarik perhatian ilmuwan dan pemerhati konservasi, mengingat kelinci Hainan sebelumnya dianggap sangat langka dan nyaris menghilang dari habitat aslinya. Bangkai tersebut ditemukan secara kebetulan di pinggir jalan raya, dengan ciri-ciri yang menunjukkan hewan itu tewas akibat tertabrak kendaraan.
Seperti dikutip dari Live Science, pada Minggu (29/3/2026), selama beberapa dekade terakhir, tidak ada laporan resmi mengenai keberadaan spesies ini. Oleh karena itu, kemunculan kembali kelinci Hainan memberikan harapan baru bagi upaya konservasi satwa langka.
Michael Hui, seorang petugas konservasi dari Kadoorie Farm and Botanic Garden (KFBG) yang terlibat dalam studi tersebut, menyatakan bahwa penemuan ini membuktikan kelinci Hainan masih bertahan, meskipun tekanan lingkungan dan aktivitas manusia terus meningkat. “Ini memberikan harapan bagi spesies yang terancam punah secara nasional ini karena wilayah sebarannya saat ini lebih luas daripada yang diketahui sebelumnya,” ujar Hui.
Bangkai kelinci tersebut ditemukan pada tanggal 25 Desember 2024 di sepanjang Jalan Raya Pulongxian, timur laut Hainan. Penemuan ini tidak hanya menjadi kabar baik, tetapi juga membuka peluang bagi para ilmuwan untuk mempelajari lebih lanjut tentang perilaku, habitat, dan populasi spesies ini.