Konflik AS-Iran Bayangi Piala Dunia 2026, Opsi Pengganti FIFA

Ketegangan AS-Iran berpotensi pengaruhi Piala Dunia 2026. FIFA siapkan opsi pengganti jika Iran tidak bisa berpartisipasi.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menimbulkan kekhawatiran terhadap partisipasi Iran di Piala Dunia 2026. Dampaknya, FIFA menyiapkan opsi pengganti jika Iran urung bermain.

Hubungan kedua negara yang memburuk berimbas pada pembatasan perjalanan oleh AS, yang menyasar 39 negara termasuk Iran. Situasi diperparah dengan serangan militer AS di Timur Tengah.

Kondisi ini memicu spekulasi potensi boikot Piala Dunia 2026 oleh Iran, meskipun pemain dan delegasi Iran diperkirakan mendapat pengecualian visa.

Pada Maret lalu, Iran memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menjuarai Grup A kualifikasi zona Asia. Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru, dengan pertandingan fase grup yang dijadwalkan di Amerika Serikat.

Jika Iran mundur, FIFA memiliki regulasi yang mengatur penggantian tim. Tim pengganti biasanya adalah runner-up dari play-off kualifikasi atau tim dengan peringkat tertinggi yang belum lolos dari konfederasi terkait.

Regulasi FIFA menambahkan, "Jika penggantian tidak memungkinkan (karena waktu, visa, atau perjalanan), slot grup dapat diberikan kepada tim pengganti dengan jadwal tetap dipertahankan; atau dalam kasus luar biasa, pengaturan grup dapat disesuaikan".

Uni Emirat Arab (UEA) menjadi kandidat potensial pengganti Iran. UEA adalah tim dengan peringkat tertinggi yang gagal lolos di kualifikasi Asia. Sebelumnya, mereka kalah dari Irak di play-off kontinental.

Irak berhak melaju ke play-off antarbenua melawan Bolivia atau Suriname. Opsi lainnya, Irak langsung mengisi posisi Iran di Grup G, dan UEA menggantikan Irak di play-off antarbenua.

Respons FIFA

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan isu ini. Hal itu disampaikan saat menghadiri pertemuan International Football Association Board (IFAB) di Wales.

"Saya membaca berita itu sama seperti Anda pagi ini. Kami mengadakan pertemuan hari ini (Rapat Umum Tahunan), dan terlalu dini untuk memberikan komentar secara rinci. Namun, tentu saja kami akan memantau perkembangan terkait semua isu di seluruh dunia," ujarnya.

Grafstrom menambahkan, saat ini FIFA fokus menyelenggarakan Piala Dunia yang aman dengan partisipasi semua pihak. Pihaknya akan terus berkomunikasi dengan tiga pemerintah tuan rumah dan memastikan keamanan semua orang.

Recommended