Marian Mihail menjalani pertandingan pertamanya sebagai pelatih PSBS Biak di BRI Super League musim ini, menghadapi Persis Solo.
PSBS Biak, salah satu tim yang belum meraih kemenangan di putaran kedua BRI Super League 2025/2026, bermain imbang 1-1 melawan Persis Solo di Stadion Manahan, Sabtu (21-2-2026) malam WIB. Pertandingan tersebut menjadi debut bagi pelatih anyar, Marian Mihail.
Persis Solo sempat unggul melalui gol Dimitri Lima pada menit ke-30, namun PSBS Biak berhasil menyamakan kedudukan berkat gol Luquinhas di menit ke-81.
Sebelumnya, PSBS Biak mengalami tiga kekalahan dari Persib Bandung (0-1), PSM Makassar (1-2), dan Persita Tangerang (1-2), serta bermain imbang 0-0 melawan Madura United. Hasil ini membuat mereka tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara BRI Super League dengan 18 poin.
Meskipun memiliki poin yang sama dengan Persijap Jepara, kemenangan 3-1 atas Persebaya Surabaya membuat Laskar Kalinyamat menempel ketat PSBS.
Marian Mihail mengungkapkan bahwa pertandingan melawan Persis Solo bukanlah laga yang mudah. Kedua tim berstatus 'tetangga' di klasemen sehingga laga berjalan dengan tensi tinggi.
"Kami tahu ini akan menjadi laga yang sulit. Kami adalah dua tim yang bertetangga, ini hampir seperti derbi bukan untuk papan atas melainkan persaingan di papan bawah. Tapi, ini laga yang bagus," ujar Mihail.
"Kami mengambil risiko bermain lebih agresif dan maju. Wajar kami memberi lawan beberapa peluang, tetapi pada akhirnya hasil imbang ini cukup adil," tutur mantan pelatih PSS Sleman itu.
Sentuhan untuk Pemain Muda
Dalam laga tersebut, Marian Mihail memberikan kesempatan bermain kepada winger muda, Raja Siregar, di babak kedua. Mihail ingin memberikan kesempatan karena melihat potensi dan keinginan Raja untuk terus berkembang.
"Selain itu, saya senang bisa membawa Raja ke sini bersama saya. Saya ingin memberinya kesempatan karena dia berlatih dengan sangat baik dan selalu ingin berkembang," kata Mihail.
Menurut pelatih berusia 67 tahun itu, pemain muda membutuhkan kepercayaan diri dan menit bermain. Ia mencontohkan pengalamannya membantu perkembangan Hokky Caraka saat melatih PSS Sleman.
"Saya perhatikan, kalau dia tidak dimainkan di tim utama, dia merasa kecewa. Saya di sini untuk membantu, seperti yang dulu saya lakukan pada Hokky Caraka di PSS Sleman, untuk membantu pemain muda berkembang dan membantu sepak bola Indonesia," tuturnya.
Kerja Keras Membuahkan Hasil
Raja Siregar mensyukuri tambahan satu poin yang diraih timnya. Menurutnya, hasil ini merupakan buah dari kerja keras selama latihan.
"Alhamdulillah poin ini, karena kerja keras juga ya. Terus karena latihan seminggu ini persiapan matang, instruksi dari pelatih juga oke," ucap winger berusia 21 tahun itu.
Hasil imbang ini belum mengakhiri puasa kemenangan PSBS di putaran kedua, tetapi menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
PSBS akan menjamu PSIM Yogyakarta pada pekan ke-23 BRI Super League di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (27-2-2026) malam WIB.