Militer Inggris Terjunkan Tim Medis ke Tristan da Cunha Tangani Hantavirus

Tim medis militer Inggris diterjunkan ke Tristan da Cunha untuk menangani warga yang diduga terinfeksi hantavirus dari kapal pesiar MV Hondius.

Tim medis Angkatan Darat Inggris melakukan aksi terjun payung darurat ke Pulau Tristan da Cunha di Samudra Atlantik pada awal Mei 2026 untuk menyelamatkan seorang warga negara Inggris yang diduga terjangkit hantavirus. Operasi ini dilakukan setelah pasien tersebut dilaporkan jatuh sakit usai turun dari kapal pesiar MV Hondius yang sempat dilanda wabah virus serupa.

Dilansir dari Detik iNET, misi kemanusiaan ini melibatkan pengiriman pasokan oksigen dan alat kesehatan seberat 3,3 ton menggunakan pesawat RAF A400M. Langkah ekstrem tersebut diambil otoritas Inggris lantaran stok oksigen di wilayah terpencil itu berada dalam kondisi kritis sementara kondisi pasien memerlukan penanganan segera.

Pasien yang merupakan penduduk setempat mulai merasakan gejala diare pada 28 April dan demam pada 30 April, tepat dua minggu setelah meninggalkan kapal MV Hondius pada 14 April. Saat ini, kondisi pria tersebut dilaporkan stabil namun tetap dalam pengawasan ketat di fasilitas isolasi setempat.

Wabah hantavirus di kapal pesiar Belanda tersebut sejauh ini telah mengonfirmasi enam kasus positif, di mana tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat dua pasien lainnya merupakan warga negara Inggris yang saat ini tengah menjalani perawatan di Afrika Selatan dan Belanda.

Tim evakuasi terdiri dari enam penerjun payung, seorang dokter, dan seorang perawat yang melompat tandem di tengah cuaca ekstrem. Brigadir Ed Cartwright menjelaskan bahwa operasi ini sangat berisiko tinggi mengingat kecepatan angin di pulau paling terpencil di dunia tersebut mencapai 40 km/jam dengan luas daratan yang terbatas.

Pesawat pengangkut RAF A400M sebelumnya bertolak dari pangkalan udara di Oxfordshire dan melakukan transit di Pulau Ascension sebelum mencapai koordinat penerjunan. Tristan da Cunha sendiri hanya memiliki populasi 221 jiwa tanpa fasilitas landasan pacu, sehingga akses udara lewat terjun payung menjadi satu-satunya cara tercepat saat jalur laut tidak memungkinkan.

"Operasi luar biasa ini mencerminkan komitmen tak tergoyahkan kami kepada penduduk di wilayah seberang laut kami dan kepada warga negara Inggris, di mana pun mereka berada," kata Menteri Luar Negeri Yvette Cooper.

Hantavirus varian Andes yang ditemukan pada sejumlah pasien di kapal tersebut diwaspadai karena memiliki kemampuan penularan antarmanusia, berbeda dengan jenis hantavirus umum yang biasanya menyebar melalui hewan pengerat. Pasukan medis yang diterjunkan dijadwalkan akan dijemput menggunakan kapal laut setelah misi stabilisasi medis di pulau tersebut selesai dilaksanakan.

Recommended