Mohamed Salah Ungkap Dinamika Hubungan dengan Sadio Mane di Liverpool

Bintang Liverpool, Mohamed Salah, secara terbuka membahas hubungan profesional dan personalnya dengan Sadio Mane serta adaptasi dengan rekan setim baru.

Penyerang bintang Liverpool, Mohamed Salah, mengungkapkan kompleksitas hubungannya dengan para rekan setimnya selama berkarier di Anfield. Salah tidak hanya mengakui adanya ketegangan dengan Sadio Mane, tetapi juga menyinggung proses adaptasi yang belum sepenuhnya berjalan mulus dengan pemain-pemain baru, seperti Hugo Ekitike, Florian Wirtz, dan Alexander Isak, dilansir dari Bola.

Pemain berusia 33 tahun tersebut sempat mengejutkan publik dengan pengumuman kepergiannya dari Liverpool pada akhir musim ini. Keputusan ini mengakhiri sembilan tahun kebersamaannya dengan The Reds, di mana Salah telah menjadi salah satu ikon utama klub, bahkan kini menempati posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa.

Kesuksesan Liverpool dalam beberapa tahun terakhir tidak bisa dilepaskan dari trio lini depan yang dibentuk Salah bersama Sadio Mane dan Roberto Firmino di bawah arahan Jürgen Klopp. Meskipun tampil sangat mematikan di lapangan, hubungan Salah dan Mane kerap menjadi sorotan publik.

Salah mengakui adanya ketegangan di antara mereka, termasuk insiden terkenal saat pertandingan melawan Burnley. Saat itu, Salah dinilai tidak mengoper bola kepada Mane. Keduanya juga sempat terlibat perselisihan ketika membela tim nasional masing-masing dalam ajang Piala Afrika.

Dalam sebuah wawancara dengan L'Equipe, Salah secara terbuka menyatakan bahwa hubungannya dengan Mane tidaklah dekat secara personal. "Ya, memang ada ketegangan dengan Sadio," ujar Salah.

Ia melanjutkan, "Namun, kami tetap profesional sampai akhir. Saya tidak merasa itu memengaruhi tim. Wajar jika seseorang ingin lebih, saya memahami itu. Dia adalah kompetitor. Di luar lapangan kami tidak terlalu dekat, tetapi kami selalu saling menghormati."

Tanggapan Terhadap Label Egois

Salah juga merespons anggapan bahwa dirinya bermain secara egois, yang sempat dikaitkan dengan pandangan Mane. "Saya tidak peduli. Orang boleh berpikir apa pun, itu hak mereka," jawabnya.

"Namun, saya mengajak semua orang melihat fakta bahwa saya adalah pemain yang paling banyak memberi umpan gol kepada Mane. Kita bisa melihat datanya, tetapi memang lebih mudah melontarkan pernyataan seperti itu karena akan jadi sorotan," tambah Salah.

Mantan pemain AS Roma itu menegaskan, "Selama masih dalam batas saling menghormati, saya tidak masalah. Tapi, itu bukan berarti pendapat itu benar. Pada akhirnya, saya tahu apa yang saya lakukan, dan hati nurani saya bersih."

Koneksi dengan Pemain Baru

Selain membahas masa lalu, Salah menyinggung tantangan yang dihadapinya musim ini dalam membangun kerja sama dengan rekan-rekan baru di lini depan. Ia mengaku masih beradaptasi dengan pemain seperti Hugo Ekitike, Florian Wirtz, dan Alexander Isak.

"Sampai sekarang saya belum sepenuhnya menemukan koneksi itu," tutur Salah. "Seperti dengan Darwin (Nunez), Lucho (Luis Diaz), atau Diogo (Jota), saya tahu bagaimana memulai dan di mana harus menemukan mereka. Saya sangat memahami permainan mereka. Tapi, dengan Hugo, dia masih baru."

Salah menjelaskan proses adaptasinya. "Terkadang saya butuh bola di kaki, terkadang di ruang kosong. Kami masih mencoba menemukan itu lewat latihan dan analisis video dari pelatih. Saya yakin akan segera menemukannya karena itu juga akan membantu permainan saya berkembang."

Di tengah performa Liverpool yang belum stabil musim ini, Hugo Ekitike justru mulai menunjukkan kontribusi signifikan dengan torehan gol dan assist. Sementara itu, masa depan Mohamed Salah setelah meninggalkan Anfield masih belum menemui kejelasan.

Recommended