Nainggolan Blak-blakan Tolak Juventus, Kritik VAR

Radja Nainggolan mengungkapkan alasan menolak Juventus, kritik VAR, dan klaim lebih baik dari Pogba dalam wawancara.

Radja Nainggolan kembali membuka diri tentang berbagai aspek dalam dunia sepak bola, termasuk keputusannya menolak Juventus, kritiknya terhadap VAR, dan perbandingan dirinya dengan Paul Pogba.

Dalam wawancara bersama Sportium.fun yang dikutip TuttoMercatoWeb, mantan gelandang AS Roma dan Inter Milan ini membeberkan alasannya tak pernah bergabung dengan Juventus.

"Saya dulu sering bermain Football Manager dan saya tidak pernah memilih tim yang paling kuat," ujar Nainggolan, menjelaskan bahwa memenangkan gelar dengan klub seperti Roma terasa lebih istimewa.

Nainggolan menambahkan, "Ketika klub seperti Roma menjuarai liga, itu seperti perayaan untuk 20 tahun. Di Juventus, Anda harus memenangkannya setiap tahun, rasanya benar-benar berbeda."

Nainggolan juga menyinggung pengalamannya bermain di Juventus Stadium, di mana ia merasa dirugikan oleh keputusan wasit.

"Ketika Juventus Stadium diresmikan, saya bermain di sana bersama Cagliari dan kami imbang 1-1 berkat penalti yang sebenarnya tidak pernah terjadi untuk Juventus," katanya.

Pengalaman serupa terulang saat ia berseragam Roma. "Kemudian saya datang ke Roma, pertandingan pertama di stadion yang sama, kami kalah 2-3 dengan dua penalti yang diberikan, padahal pelanggarannya terjadi di luar kotak. Semua orang melihatnya. Itu adalah kebenaran, hanya saja tidak semua orang berani mengatakannya," cetus Nainggolan.

Kritik Terhadap VAR

Nainggolan juga menyampaikan pandangannya yang tegas tentang teknologi VAR. "Sepak bola seharusnya seperti dulu," katanya.

Ia menambahkan, "Jika kesalahan masih terjadi, meskipun sudah ada VAR, maka lebih baik teknologi itu dihapus saja dan biarkan wasit membuat kesalahan secara alami. Sepak bola yang sebenarnya itu berbeda."

Bandingkan Dirinya dengan Pogba

Komentar Nainggolan yang paling menarik adalah ketika ia membandingkan dirinya dengan para gelandang di eranya di Serie A. "Di era saya di Serie A, hanya Arturo Vidal dan Daniele De Rossi yang sekuat saya," klaimnya.

Nainggolan bahkan merasa dirinya lebih baik dari Pogba. "Pogba? Saya lebih baik dari dia, dia hanya punya tiga tahun yang bagus sepanjang kariernya," ucapnya.

Setelah berkarier sebagai pemain, Nainggolan kini mempertimbangkan untuk mengambil lisensi kepelatihan. "Melihat apa yang ada di luar sana, saya rasa saya bisa melakukannya," katanya.

Recommended