Misteri hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 pada 8 Maret 2014 kembali mencuat. Seorang pelaut asal Inggris, Katherine Tee, mengklaim telah melihat pesawat tersebut terbakar di Samudra Hindia 12 tahun silam dan mengetahui perkiraan lokasinya.
Pesawat Boeing 777-200ER dengan 227 penumpang dan 12 awak kabin, hilang sekitar 40 menit setelah lepas landas dari Kuala Lumpur menuju Beijing, China.
Tee meyakini bahwa cahaya oranye terang dan jejak asap hitam yang dilihatnya di atas Samudra Hindia adalah pesawat Boeing yang dilalap api.
Pencarian pesawat MH370 telah diluncurkan kembali pada akhir tahun lalu, namun belum membuahkan hasil meski telah menggunakan teknologi canggih. Puing-puing pesawat ditemukan di sepanjang garis pantai Afrika dan pulau-pulau di Samudra Hindia.
Para ahli penerbangan menduga pesawat tersebut menyimpang dari rute yang direncanakan dan terbang ke arah barat selama beberapa jam sebelum akhirnya menghilang.
Saat kejadian, Tee dan suaminya, Marc Horn, sedang berlayar dari Cochin, India, ke Phuket, Thailand. Ia mengaku kepada Phuket Gazette bahwa awalnya ragu untuk melaporkan temuannya karena merasa tidak yakin.
"Saya pikir saya melihat pesawat yang terbakar melintas di belakang buritan kapal kami dari kiri ke kanan, yang kira-kira dari utara ke selatan," ungkapnya.
Tee menggambarkan penampakannya sebagai pesawat memanjang yang bersinar oranye terang dengan jejak asap hitam di belakangnya. Ia sempat mengira itu adalah meteorit, namun kemudian meragukannya karena cahaya oranye yang sangat terang, mengingatkannya pada lampu natrium.
"Saya pikir itu mungkin anomali atau hanya meteor," akunya.
Setelah tiba di Phuket dua hari kemudian, mereka mendengar berita tentang pesawat yang hilang. Tee meragukan apa yang dilihatnya saat itu, dan berpikir bahwa pesawat itu akan segera ditemukan.
"Lagipula, saya pikir mereka akan menemukannya," ucap Tee.
Namun, setelah meninjau log GPS perjalanannya, Tee dan suaminya menyadari bahwa data tersebut konsisten dengan kontak yang dikonfirmasi oleh pihak berwenang dari MH370.
"Inilah yang meyakinkan saya untuk mengajukan laporan dengan data pelacakan lengkap perjalanan kami kepada pihak berwenang terkait," ujarnya. Tee menyerahkan laporan pengamatannya kepada Joint Agency Coordination Centre (JACC) pada Juni 2014.