Gangguan pasokan listrik melanda beberapa area di DKI Jakarta pada Kamis, 9 April 2026, yang secara signifikan mengganggu aktivitas masyarakat dan operasional transportasi umum. Peristiwa mati lampu ini memicu berbagai keluhan dari warga, terutama yang disampaikan melalui media sosial. Pemadaman dilaporkan terjadi di beragam lokasi, mulai dari area permukiman hingga fasilitas publik penting seperti lampu jalan dan lampu lalu lintas.
Keluhan masif dari warganet mengindikasikan bahwa pemadaman tidak terbatas pada satu titik saja, melainkan tersebar luas di ibu kota. Beberapa pengguna media sosial mengungkapkan kekesalan mereka, seperti akun @ayawho**** yang menyoroti pemadaman di Blok M yang notabene berdekatan dengan kantor pusat PLN. Ada pula keluhan dari @o_**** yang melaporkan padamnya lampu jalan dan lampu merah di sepanjang rute Jembatan Dua, Pluit, Muara Karang, hingga PIK.
Dampak pemadaman listrik juga merembet ke sektor transportasi, termasuk layanan MRT Jakarta. Menurut laporan yang dilansir dari Medcom, sejumlah pengguna layanan ini melaporkan gangguan di beberapa stasiun menjelang magrib. Akun @txttransportasi mengabarkan bahwa listrik padam tidak hanya di Stasiun Duri, tetapi juga di beberapa stasiun MRT lainnya pada hari yang sama.
Pihak PT MRT Jakarta (Perseroda) kemudian mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun Instagram mereka. Mereka memberitahukan bahwa kendala tersebut sedang dalam penanganan oleh tim teknis. Penumpang MRT Jakarta diminta untuk tetap tenang dan mematuhi arahan dari petugas stasiun serta kereta. Manajemen MRT Jakarta juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, dengan menegaskan bahwa keselamatan pelanggan menjadi prioritas utama.
Penjelasan dari PLN dan Upaya Pemulihan
Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, menjelaskan bahwa gangguan operasional pada Kamis sore pukul 17.57 WIB disebabkan oleh kendala pasokan listrik dari PLN di area CSW. Rendy menyampaikan, "Gangguan operasional ini disebabkan oleh kendala pasokan listrik dari sisi PLN (CSW) yang mengakibatkan sebagian fasilitas stasiun, seperti penerangan, elevator, eskalator, dan beberapa fasilitas lainnya mengalami gangguan."
Seluruh stasiun layang (elevated) sempat mengalami kondisi pemadaman listrik total atau blackout. Namun, Rendy Primartantyo memastikan bahwa kondisi tersebut telah berhasil dinormalkan kembali. PT MRT Jakarta telah mengambil langkah-langkah penanganan dan normalisasi dengan cepat, serta terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan layanan kembali berjalan normal.
PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya juga mengonfirmasi pemadaman yang terjadi akibat kendala pada beberapa gardu induk. Haris Andika, Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, menyebut bahwa wilayah Angke dan sekitarnya menjadi area yang paling terdampak. PLN bergerak cepat melakukan upaya normalisasi sistem secara bertahap, dan aliran listrik di beberapa wilayah sudah mulai pulih.