Sebanyak enam pemain PSBS Biak resmi meninggalkan klub sebelum kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim 2025/2026 berakhir pada Rabu (6/5/2026). Langkah ini diambil para pemain menyusul ketidakpastian penyelesaian tunggakan gaji yang telah berlangsung selama lebih dari tiga bulan.
Krisis finansial yang melanda klub berjuluk Badai Pasifik tersebut dikonfirmasi telah menyebabkan reduksi besar dalam komposisi skuad. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Bola, para pemain memilih pergi demi keberlangsungan hidup dan masa depan keluarga mereka.
Daftar pemain yang hengkang mencakup empat legiun asing, yakni Ruyery Blanco, Eduardo Barbosa, Kevin Alexander, dan Sandro Embalo. Selain itu, dua pemain lokal yaitu Arif Budi dan George Brown juga dipastikan sudah tidak lagi menjadi bagian dari tim.
Arif Budi tercatat sebagai pemain pertama yang meninggalkan kesebelasan sejak awal Maret 2026. Bek tersebut mulai absen saat laga melawan Semen Padang dan menolak untuk ikut serta dalam pertandingan tandang ke markas Borneo FC.
Kapten tim PSBS Biak, Pablo Andrade, menyatakan rasa sedihnya kehilangan rekan setim yang telah berjuang sejak awal musim. Pemain asal Brasil tersebut mengakui bahwa situasi internal klub saat ini sedang berada dalam kondisi yang sangat sulit.
"Dia tidak bisa bermain, tidak bisa menyelesaikan musim bersama kami. Dia pemain penting bagi kami, orang yang baik, tapi dalam situasi ini Anda hanya perlu memikirkan diri sendiri, untuk keluarga," ujar Pablo Andrade, Kapten PSBS Biak.
Meskipun kondisi tim pincang, Pablo menegaskan bahwa pemain yang tersisa tetap berupaya menjaga profesionalisme saat latihan. Motivasi di lapangan terus dipompa demi menyelesaikan sisa kompetisi dengan hasil maksimal bagi para penggemar.
PSBS Biak kini hanya menyisakan tiga pertandingan krusial untuk menutup musim ini. Tim dijadwalkan akan menghadapi tantangan berat melawan Dewa United, Bhayangkara FC, dan Arema FC di tengah keterbatasan jumlah pemain.
Pihak pemain hingga kini masih menunggu kejelasan dari manajemen dan presiden klub mengenai hak-hak mereka yang belum terbayarkan. Belum ada informasi detail mengenai kapan manajemen akan melunasi tunggakan gaji kepada staf maupun pemain yang tersisa.