Pemerintah Setop Sementara Lebih 1.000 Dapur Makan Bergizi

Pemerintah menghentikan sementara lebih dari 1.000 dapur SPPG program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memperketat standar.

Lebih dari seribu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara. Menurut Presiden Prabowo Subianto, langkah ini merupakan bagian dari pembenahan kualitas layanan dan bukan penghentian program.

Keputusan ini diambil usai pengecekan langsung dan menindaklanjuti berbagai masukan serta kritik terhadap pelaksanaan MBG. Prabowo menyatakan telah menutup sementara 1.030 dapur setelah melakukan cross-check dengan kepala BGN.

"Saya langsung cek. Panggil kepala BGN, dan saya terus cross-check. Saya kira, kalau nggak salah ya, dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari seribu. Yang sudah di-suspend, 1.030," ujar Prabowo di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jumat (20/3/2026).

Pemerintah juga menerapkan standarisasi dan sertifikasi ketat bagi seluruh dapur MBG. Kriteria yang wajib dipenuhi mencakup kebersihan, keamanan makanan, kualitas air, dan standar proses pengolahan.

Dapur yang tidak memenuhi persyaratan akan segera di-suspend hingga perbaikan dilakukan. Pemerintah turut membuka mekanisme pengawasan publik, memberikan akses pelaporan bagi masyarakat, sekolah, dan orang tua untuk memantau serta melaporkan pelaksanaan program.

Prabowo menegaskan, transparansi dan keterlibatan publik sangat penting agar program MBG berjalan bersih dan tepat sasaran.

"Siapapun boleh cek. Kepala sekolah, orang tua, masyarakat sekitar boleh masuk dan komplain," tegasnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya membangun budaya baru dalam tata kelola program, dengan meninggalkan praktik laporan yang tidak sesuai fakta. Pemerintah akan terus memperkuat pengawasan, memperbaiki sistem, dan memastikan program MBG memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak.

"Laporan yang hanya bagus-bagus itu budaya yang tidak baik. Kita harus berani menghadapi realitas," ujarnya.

Recommended