Perdebatan mengenai performa Rafael Leao di AC Milan semakin ramai dengan perbedaan pendapat dari dua tokoh sepak bola Italia, Alessandro Florenzi dan Paolo Di Canio.
Rafael Leao menjadi topik hangat di Italia. Meskipun dipuji sebagai salah satu pemain terbaik di Serie A, muncul pertanyaan apakah AC Milan justru lebih solid tanpa kehadirannya.
Florenzi, yang pernah meraih Scudetto bersama Leao, membela pemain asal Portugal tersebut. Menurutnya, pemain berkualitas seperti Leao perlu ditempatkan dalam posisi yang tepat agar dapat mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
"Saya pikir pemain-pemain kuat harus mengambil tanggung jawab dan harus ditempatkan dengan baik di lapangan," ujar Florenzi.
Florenzi menambahkan bahwa perubahan gaya bermain AC Milan turut memengaruhi performa Leao. Ia menilai Leao akan tampil lebih menonjol dalam tim dengan gaya permainan yang lebih harmonis.
Di sisi lain, Di Canio berpendapat bahwa pelatih Massimiliano Allegri menghadapi dilema dalam memaksimalkan potensi Leao. Ia menilai Leao hanya memberikan dampak signifikan dalam beberapa pertandingan saja.
"Ada dilema bagi Allegri karena Leao hanya benar-benar menentukan dalam enam pertandingan," ujar Di Canio.
Di Canio menyoroti bahwa AC Milan justru tampil lebih stabil secara taktik tanpa Leao. Menurutnya, tim menjadi lebih solid dan tidak mudah terekspos, meskipun mungkin kurang memiliki faktor kejutan.
Namun, data yang dipaparkan Di Canio sedikit keliru. Leao absen dalam tujuh laga Serie A musim ini, bukan enam. Dalam periode tanpa dirinya, Milan mencetak 15 gol dan kebobolan tiga kali.
Perdebatan ini menyoroti bahwa meskipun kualitas individu Leao tidak diragukan, keseimbangan tim tetap menjadi faktor penting. Keputusan kini berada di tangan Allegri untuk menentukan apakah akan membangun tim di sekitar Leao atau mencari formula kolektif yang lebih stabil.