Milomir Seslija Optimistis Persis Solo Keluar dari Zona Degradasi

Pelatih Persis Solo Milomir Seslija yakin timnya tetap bertahan di kasta tertinggi meski kembali masuk zona merah setelah kalah dari Arema FC.

Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, menegaskan optimisme untuk membawa timnya keluar dari ancaman degradasi meskipun baru saja menelan kekalahan 0-2 dari Arema FC pada laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026, Minggu (19/4/2026).

Hasil minor di markas Singo Edan tersebut menghentikan catatan positif Laskar Sambernyawa yang sebelumnya tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan beruntun. Kekalahan ini juga memaksa tim asal Kota Bengawan tersebut kembali merosot ke posisi 16 klasemen sementara.

Dilansir dari Bola, Persis Solo kini baru mengoleksi 24 poin dari 28 pertandingan yang telah dijalani. Posisi mereka disalip oleh Madura United yang pada pekan yang sama berhasil mengamankan kemenangan 2-1 saat menjamu Persebaya Surabaya.

Persaingan di papan bawah saat ini berlangsung sangat ketat dengan selisih poin yang tipis. Persis Solo hanya terpaut satu angka dari Persijap Jepara yang menghuni peringkat ke-15, serta tertinggal dua poin dari Madura United di posisi ke-14.

Milomir Seslija menyatakan bahwa peluang timnya untuk tetap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia masih sangat terbuka lebar. Menurutnya, perkembangan tim sejak kedatangannya menunjukkan tren yang cukup signifikan dibandingkan posisi awal musim.

"Ketika saya pertama kali datang, menyelamatkan Persis Solo untuk lolos dari degradasi seperti sebuah mission impossible. Namun, kini kami telah bersama-sama membuatnya menjadi sebuah misi yang possible," kata Milomir Seslija, Pelatih Persis Solo.

Milo mengungkapkan bahwa pada putaran pertama, tim hanya mampu mengumpulkan 10 poin dan sempat terpuruk di dasar klasemen. Ia menilai kekalahan melawan Arema FC merupakan sebuah peringatan penting bagi skuadnya untuk segera bangkit.

Persis Solo menyisakan enam pertandingan terakhir untuk mengumpulkan maksimal 18 poin tambahan guna mengamankan posisi di klasemen. Pelatih asal Bosnia-Herzegovina tersebut menekankan kepada para pemainnya agar tetap mengikuti instruksi taktis di lapangan dengan lebih disiplin.

Tekanan di sisa kompetisi dinilai sebagai tantangan normal dalam dunia sepak bola profesional. Manajemen dan tim kepelatihan kini fokus mempersiapkan mental pemain guna menghadapi jadwal padat di sisa musim kompetisi 2025/2026.

Recommended