Penerbangan pesawat kenegaraan Israel ke Berlin, Jerman, memicu spekulasi tentang keberadaan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Spekulasi ini muncul di tengah konflik dengan Iran.
Pertanyaan "Netanyahu in Berlin" menjadi trending di media sosial seperti X dan Threads. Hal ini dipicu oleh data Flightradar24 yang viral dan pemberitaan media lokal Jerman tentang pendaratan pesawat kenegaraan Israel di Berlin.
Pesawat kenegaraan Israel, Wing of Zion (Knaf Tzion), adalah Boeing 767-338ER khusus untuk Perdana Menteri dan Presiden Israel dengan kode registrasi 4X-ISR.
Data Flightradar24 pada Selasa (3/3/2026) menunjukkan pesawat Wing of Zion terbang dari Beersheba, Israel, ke Berlin pada 28 Februari 2026 pukul 14.08 waktu Israel (19.08 WIB). Pesawat tersebut belum terbang lagi sejak saat itu.
Tanggal 28 Februari 2026 bertepatan dengan hari dimana Israel dan AS mulai membombardir Iran.
Rekaman penerbangan menunjukkan pesawat berputar-putar di lepas laut Israel sebanyak 25 kali atau sekitar 75% dari total durasi penerbangan sebelum terbang ke Berlin.
Pendaratan pesawat Israel di Berlin diberitakan oleh media lokal seperti Berliner Zeitung dan menjadi perbincangan warganet.
Juru bicara pemerintah Jerman, Stefan Kornelius, membantah Netanyahu berada di Berlin. Ia menyatakan bahwa pemerintah Israel meminta izin untuk memarkir pesawatnya di Berlin dan Jerman mengabulkan permintaan tersebut. Kornelius menambahkan bahwa hanya awak kabin yang berada di pesawat.
Meskipun pesawat kenegaraan dapat terbang kosong tanpa penumpang VVIP, banyak warganet yang meragukan penjelasan tersebut. Beberapa meyakini Netanyahu melarikan diri, sementara yang lain tidak percaya.
"Horrified. Did Germany let Netanyahu take safe haven in Berlin?" tanya @ladie_chief.
"Apparently Netanyahu has left his people behind and has now landed in Berlin," jawab @maddiebug95.
Seorang warganet lain menanggapi, "If he is in Germany, the German government should do the right thing and arrest him."
"Netanyahu was not in Berlin, only his plane was," jawab seorang warganet lain yang tidak percaya.