Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menghadapi potensi krisis besar. Kali ini, tekanan tidak hanya tertuju pada Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Gejolak di Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang menimbulkan tanda tanya besar terkait kelancaran turnamen. Serangan yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran meningkatkan kekhawatiran tentang bagaimana Piala Dunia dapat berjalan sesuai rencana pada musim panas 2026.
Namun, masalahnya tidak hanya terbatas pada partisipasi Iran. Berbagai isu lain turut menghantui persiapan Piala Dunia 2026. Kekerasan akibat kartel narkoba di Meksiko, sengketa pendanaan di beberapa kota di Amerika Serikat, masalah keamanan suporter asing, serta kekhawatiran mengenai transportasi, kualitas lapangan, dan kondisi cuaca menjadi perhatian utama.
Belum pernah ada tim yang sudah lolos kualifikasi kemudian dilarang atau mengundurkan diri dari putaran final Piala Dunia. Jika situasi Iran tidak membaik dalam tiga bulan mendatang, FIFA mungkin menghadapi sejarah baru yang tidak diinginkan. Situasi ini bisa di luar kendali FIFA jika Federasi Sepak Bola Iran memutuskan untuk tidak berpartisipasi.
Kondisi ini membuka peluang bagi Irak, yang dijadwalkan mewakili Asia dalam playoff antarbenua di Meksiko. Jika Irak lolos, mereka akan melawan Bolivia atau Suriname di Monterrey. Uni Emirat Arab, yang dikalahkan Irak pada November untuk merebut tiket playoff, menjadi kandidat lain yang mungkin diuntungkan.
Namun, Pemerintah AS mungkin menolak memberikan izin masuk kepada tim Iran yang mewakili Republik Islam saat ini.
Pengamanan Super Ketat dan Keamanan Suporter
Dinas keamanan AS sudah dalam siaga tinggi, namun situasi di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran akan potensi aksi balasan. FIFA pernah menghadapi situasi serupa dengan pengamanan ekstra bagi tim AS dan Inggris setelah Perang Teluk yang dipicu serangan 11 September.
Kemungkinan pembatasan terhadap suporter yang ingin bepergian ke AS semakin ketat. Beberapa suporter Porto dilarang terbang untuk mendukung tim mereka di Piala Dunia Antarklub musim panas 2025. Perjalanan ke AS dari Iran, Mesir, Pantai Gading, dan Senegal juga telah dibatasi secara signifikan oleh kebijakan pemerintah.
Ledakan kekerasan besar di Meksiko, terutama di kota tuan rumah Guadalajara, menambah kekhawatiran soal keselamatan. Pemerintah Kanada bahkan telah memperingatkan warganya untuk meningkatkan kewaspadaan di Meksiko karena tingginya tingkat kejahatan dan penculikan. Guadalajara menjadi pusat aksi balas dendam dengan geng bersenjata yang menutup jalan-jalan utama.
Beberapa kota di AS masih bergejolak akibat protes terhadap penggerebekan kantor Imigrasi dan Bea Cukai (ICE). Ketegangan yang meningkat, aparat bersenjata yang tidak terbiasa menghadapi gelombang besar suporter sepak bola, ditambah panasnya musim panas, bisa menciptakan situasi yang mudah meledak.
Stadion, Lapangan, dan Kondisi Cuaca
Seharusnya urusan stadion menjadi bagian termudah karena penunjukan tuan rumah tiga negara untuk 2026 sudah diberikan delapan tahun lalu. Namun, pejabat kota di Foxborough, dekat Boston, menolak mengeluarkan izin hiburan untuk Gillette Stadium kecuali pemerintah federal, otoritas negara bagian Massachusetts, atau FIFA membayar 6 juta poundsterling untuk menutup biaya mereka.
FIFA telah berjanji memastikan masalah lapangan yang mengganggu Piala Dunia Antarklub musim panas lalu tidak terulang. Rumput alami wajib menggantikan permukaan sintetis di tujuh dari 11 stadion AS, yaitu Atlanta, Boston, Dallas, Houston, Los Angeles, New York, dan Seattle, serta Vancouver di Kanada.
FIFA akan menerima kendali stadion jauh lebih awal dibanding musim panas lalu, dengan tim pengawas lapangan penuh yang bertugas memastikan kualitas rumput sesuai standar Piala Dunia.
FIFA mendengarkan kekhawatiran pemain dan serikat pekerja terkait panas dan kelembapan ekstrem yang membuat laga sore di wilayah pesisir timur AS menjadi mimpi buruk musim panas lalu. Untuk menghindari pemain tampil dalam suhu terburuk, banyak laga sore akan dimainkan di stadion tertutup di Dallas, Houston, dan Los Angeles.
Akan ada pula jeda hidrasi di tengah tiap babak, menjadikan Piala Dunia seperti pertandingan empat kuarter. Namun masih ada pertandingan sore dan awal malam yang dijadwalkan di stadion terbuka, membuat laga bergantung pada kondisi cuaca. Hukum AS mengharuskan pertandingan dihentikan selama satu jam jika badai petir terdeteksi dalam radius 10 mil dari stadion.