PSIM Yogyakarta harus puas berbagi angka dengan Persijap Jepara dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Rabu (11/3/2026) malam WIB, berakhir dengan skor imbang 2-2.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menyoroti kelemahan timnya dalam mengantisipasi bola mati pada laga tersebut. Menurutnya, dua gol Persijap Jepara tercipta melalui skema tersebut.
Gol-gol PSIM dicetak oleh Ezequiel Vidal (16') dan Ze Valente (37'). Sementara gol Persijap dilesakkan oleh Borja Martinez (3') dan Iker Guarrotxena (64').
"Kami mulai kurang beruntung karena kebobolan dari *set piece* di menit-menit awal. Awal yang kurang bagus dan butuh waktu untuk kembali ke performa," kata Van Gastel seusai laga.
Setelah unggul 2-1, Van Gastel menyayangkan timnya gagal mencetak gol ketiga sebelum turun minum. Ia menilai timnya kalah dalam pertandingan ini karena *set piece*. "Jepara tidak menciptakan peluang, mereka hanya berbahaya melalui *set piece*," ujarnya.
Van Gastel menilai pertandingan berlangsung menarik dengan intensitas tinggi dari kedua tim, meski diwarnai sejumlah kesalahan. "Menurut saya, bagi para penggemar dan penonton netral, ini adalah pertandingan yang bagus untuk ditonton," kata Jean-Paul van Gastel.
Ia menambahkan bahwa banyak intensitas, permainan bagus, serta kesalahan yang membuat pertandingan menjadi menarik meski membuatnya hampir terkena serangan jantung. "Kesalahan-kesalahan itulah yang membuat pertandingan menyenangkan untuk ditonton," lanjutnya.
Strategi Menyerang dengan Banyak Pemain
PSIM terlihat agresif dengan menempatkan banyak pemain di lini depan untuk melakukan serangan balik cepat. Van Gastel menjelaskan bahwa ia memang bermain dengan dua pemain sayap, seorang nomor 9, dan gelandang serang.
"Jadi kami bermain dengan empat pemain di depan, tapi saya ingin lebih banyak pemain di area sepertiga akhir lawan," jelas Van Gastel. Ia juga menambahkan bahwa salah satu bek sayap dan gelandang bertahan harus ikut menyerang sehingga pada dasarnya ia ingin menyerang dengan enam pemain.
Abiyoso Akui Kelemahan Set Piece
Winger PSIM, Riyatno Abiyoso, mengakui timnya kesulitan mengantisipasi bola mati Persijap. "Seperti yang dikatakan *head coach*, Persijap Jepara mempunyai *set piece* yang perlu diperhatikan dan memang terjadi, dua gol kita lewat *set piece*," ucapnya.
Abiyoso menyayangkan kegagalan timnya meraih tiga poin di kandang sendiri. Ia juga menyebut pertandingan itu menarik karena intensitas yang tinggi dari kedua tim. "Ke depannya kita akan lebih kerja keras lagi untuk menghadapi *next* pertandingan," sebut Abiyoso.
Hasil imbang ini membuat PSIM menempati peringkat kedelapan klasemen sementara BRI Super League dengan 38 poin. Sementara Persijap berada di posisi ke-14 dengan 21 poin.