300 Ribu Buruh Bakal Gelar Apel May Day di Monas

Sekitar 300 ribu buruh dijadwalkan berkumpul di Monas pada 1 Mei 2026 untuk memperingati Hari Buruh dan merespons kebijakan baru pemerintah.

Sekitar 300 ribu buruh dari berbagai wilayah di Indonesia dijadwalkan akan berkumpul di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, untuk menggelar apel besar dalam rangka memperingati Hari Buruh atau May Day pada Jumat, 1 Mei 2026 mendatang.

Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat, mengungkapkan bahwa aksi massa ini merupakan bentuk respons positif para pekerja terhadap langkah pemerintah yang mulai mengakomodasi sejumlah tuntutan buruh. Informasi ini disampaikan Jumhur usai melakukan pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin (27/4/2026).

Dilansir dari Detik Finance, beberapa poin krusial yang menjadi alasan apresiasi buruh mencakup rencana ratifikasi Konvensi ILO 188 mengenai perlindungan nelayan. Selain itu, pemerintah didorong segera mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dan memperketat aturan terkait penggunaan tenaga kerja alih daya atau outsourcing.

"1 Mei ada hampir 300 ribu kaum buruh ya akan bersama-sama kita apel di Monas, merespons Alhamdulillah karena beberapa harapan kaum buruh itu diterima oleh negara," ujar Jumhur Hidayat, Ketua Umum KSPSI.

Jumhur menjelaskan bahwa dirinya akan memimpin langsung pergerakan massa dari Jakarta dengan menggunakan sepeda motor. Setidaknya terdapat 40 ribu buruh dari wilayah ibu kota yang akan bergerak menuju Monas untuk bergabung dengan rombongan buruh lainnya yang datang menggunakan bus dari wilayah Jabodetabek.

Selain tuntutan regulasi, pihak buruh menyoroti rencana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Satgas ini rencananya akan disahkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) sebagai instrumen intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas lapangan kerja dan kesejahteraan pekerja di tengah dinamika ekonomi.

Pemerintah juga tengah mengkaji perubahan pada Undang-Undang Ketenagakerjaan agar substansinya dianggap lebih adil bagi seluruh pemangku kepentingan. Presiden Prabowo Subianto sendiri dijadwalkan hadir dalam agenda peringatan May Day tersebut bersama ratusan ribu buruh di jantung kota Jakarta.

Recommended