Saham BBRI Rebound dan Jadi Incaran Asing, Cek Target Harga Terbaru dari Analis

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali mencuri panggung di Bursa Efek Indonesia setelah mencatatkan performa impresif pada penutupan pekan lalu. Emiten perbankan plat merah ini tidak hanya menunjukkan penguatan harga, tetapi juga menjadi magnet utama bagi investor mancanegara di tengah dinamika pasar modal yang fluktuatif. Momentum ini menempatkan BBRI sebagai instrumen yang sangat diperhatikan oleh para pelaku pasar untuk memulai pekan perdagangan kali ini.

Pergerakan positif ini didorong oleh aksi beli bersih (net buy) yang masif dari investor asing, mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap fundamental bank yang memiliki spesialisasi di sektor UMKM tersebut. Aktivitas transaksi yang sangat likuid di pasar reguler menandakan bahwa minat terhadap saham BRI masih sangat kuat, baik dari sisi institusi maupun retail. Kondisi ini menciptakan sentimen positif yang diprediksi akan berlanjut dalam jangka pendek.

Sejumlah sekuritas ternama mulai memberikan sorotan khusus terhadap potensi teknikal BBRI. Dengan posisi harga saat ini, saham perbankan big caps ini dinilai memiliki ruang gerak yang menarik untuk dikoleksi dengan strategi tertentu. Bagi para trader dan investor, memahami level support dan resisten menjadi krusial agar dapat memanfaatkan momentum kenaikan harga secara optimal sekaligus memitigasi risiko penurunan mendadak.

Analisis CGS International Sekuritas terhadap Saham BBRI

CGS International Sekuritas menempatkan BBRI dalam daftar saham pilihan utama (top picks) untuk perdagangan Senin (23/2/2026). Berdasarkan pembacaan teknikal, broker tersebut melihat adanya peluang akumulasi bagi investor melalui strategi spekulatif beli atau spec buy. Analis melihat adanya potensi pembalikan arah yang cukup solid jika harga mampu bertahan di atas level psikologis tertentu.

Rekomendasi Strategi dan Target Harga Short Term

Dalam ulasan risetnya, tim analis CGS International Sekuritas memetakan jalur pergerakan BBRI yang perlu dicermati oleh para pelaku pasar:

  • Strategi: Speculative Buy (Spec Buy).

  • Target Harga: Potensi penguatan menuju rentang Rp 3.910 hingga Rp 3.980 dalam jangka pendek.

  • Level Support: Rp 3.770 sebagai area penjagaan harga.

  • Titik Cut Loss: Investor disarankan melakukan pembatasan risiko jika harga menembus ke bawah Rp 3.700.

“Jika harga tidak menembus ke bawah Rp 3.770, maka terdapat potensi kenaikan menuju target Rp 3.910-3.980 dalam jangka pendek,” jelas tim riset CGS International Sekuritas dalam laporannya.

Performa Pasar dan Arus Modal Asing

Optimisme analis didasarkan pada data perdagangan riil di lantai bursa. Pada penutupan perdagangan Jumat (20/2/2026), saham BBRI ditutup menguat 1,86% ke level Rp 3.840 per lembar saham. Pergerakan ini diikuti oleh volume perdagangan yang signifikan, mencapai 191,53 juta lembar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 28.751 kali.

Dominasi Investor Asing di Pasar Reguler

Salah satu katalis utama yang menjaga resiliensi saham BRI adalah derasnya aliran modal asing. Sepanjang perdagangan pekan lalu, tercatat nilai transaksi BBRI mencapai Rp 734,63 miliar. Dari angka tersebut, investor asing membukukan net buy atau beli bersih sebesar Rp 404,41 miliar di pasar reguler.

Dominasi asing ini sering kali dianggap sebagai sinyal “smart money” yang meyakini bahwa valuasi saham perbankan besar di Indonesia, khususnya BRI, masih memiliki prospek pertumbuhan dividen dan kinerja keuangan yang stabil di tahun 2026. Hal ini memberikan bantalan bagi harga saham agar tidak terkoreksi terlalu dalam saat terjadi volatilitas pasar global.

Pentingnya Memperhatikan Faktor Makro

Sebagai bank dengan kapitalisasi pasar jumbo, pergerakan BBRI tidak lepas dari sentimen makroekonomi seperti kebijakan suku bunga Bank Indonesia dan tingkat inflasi nasional. Keberhasilan BRI dalam menjaga rasio kredit bermasalah (NPL) dan memperluas ekosistem digitalnya melalui holding Ultra Mikro menjadi alasan mengapa saham ini tetap menjadi “safe haven” bagi investor yang mencari keamanan sekaligus potensi cuan dari capital gain.

Dikutip dari investor.id 23/2/2026.

Recommended