Tren positif yang menyelimuti sektor kendaraan listrik (EV) di Indonesia benar-benar menjadi bahan bakar bagi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR). Emiten yang berada di bawah naungan Grup Bakrie ini mencatatkan performa luar biasa di lantai bursa dengan kenaikan harga yang fantastis dalam waktu singkat. Tak heran jika kini para pelaku pasar dan analis memberikan atensi khusus pada pergerakan sahamnya yang terus mencetak angka-angka baru.
Keberhasilan VKTR dalam mendominasi panggung pasar modal ini tidak lepas dari kombinasi sentimen ekspansi bisnis dan kepercayaan investor terhadap fundamental perusahaan. Jika menilik ke belakang, lonjakan ini bukan sekadar fluktuasi harian biasa, melainkan sebuah reli panjang yang konsisten sejak semester kedua tahun lalu. Kondisi ini membuat profil risiko dan imbal hasil VKTR menjadi sangat menarik bagi mereka yang mencari peluang di sektor teknologi transportasi masa depan.
Memasuki pekan terakhir Februari 2026, dinamika saham VKTR semakin menarik untuk diikuti, terutama setelah munculnya analisis teknikal terbaru yang memetakan arah pergerakan harga ke depan. Bagi Anda yang sedang memantau portofolio, memahami momentum pullback dan posisi strategis manajemen perusahaan menjadi kunci utama dalam mengambil keputusan investasi yang tepat hari ini.
Analisis Pergerakan Saham VKTR: Fenomena Kenaikan 1.100 Persen
Saham VKTR menjadi salah satu bintang paling terang di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Lonjakan harga yang terjadi sangat signifikan, mengubah status saham ini dari penghuni level bawah menjadi emiten dengan likuiditas dan nilai transaksi yang tinggi.
Perbandingan Harga Agustus 2025 vs Februari 2026
Pada 23 Agustus 2025, harga saham VKTR masih terparkir di level Rp 85 per lembar. Namun, data perdagangan per 20 Februari 2026 menunjukkan harga telah menyentuh angka Rp 1.020. Secara akumulatif, saham ini telah terbang sekitar 1.100% hanya dalam waktu sekitar setengah tahun. Kenaikan ribuan persen ini mencerminkan optimisme pasar yang masif terhadap ekosistem kendaraan listrik yang tengah dibangun oleh perusahaan.
Rekomendasi Analis untuk Perdagangan Senin 23 Februari
Melihat posisi harga saat ini, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memberikan pandangan teknikal untuk perdagangan awal pekan ini. Analis melihat adanya peluang dalam strategi swing trade bagi investor yang ingin masuk ke saham ini.
-
Rekomendasi: Buy (Swing Trade)
-
Target Harga I: Rp 1.140
-
Target Harga II: Rp 1.295
-
Level Support: Rp 890 – Rp 965
Strategi Investasi dan Potensi Penguatan Lanjutan
Dalam ulasan resminya, tim analis BRIDS memaparkan bahwa saat ini VKTR sedang berada dalam fase koreksi sehat atau pullback. Fase ini sering kali dianggap sebagai jendela masuk yang ideal bagi trader sebelum harga melanjutkan tren penguatannya (uptrend).
Menguji Level Resistance
“Pergerakan saham VKTR saat ini sedang pullback dengan range support pada level 890 – 965. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, maka ada potensi menguat menuju level resistance-nya pada 1.140-1.295,” ungkap ulasan resmi dari BRI Danareksa Sekuritas yang dirilis Senin (23/2/2026).
Insight Redaksi: Peran Ganda CEO dan Efek Sinergi Perminas
Selain faktor teknikal di bursa, kekuatan fundamental VKTR juga didorong oleh posisi strategis kepemimpinan di dalam perusahaan. Sosok Gilarsi Wahju Setijono kini memegang peran krusial yang diyakini bakal membawa dampak besar bagi masa depan emiten.
Sinergi Ekosistem Mineral Nasional
Gilarsi saat ini menjabat sebagai CEO VKTR sekaligus menduduki posisi Presiden Direktur di PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). Peran ganda ini bukan sekadar kebetulan administratif, melainkan sinyal adanya integrasi kuat antara penyedia infrastruktur kendaraan listrik (VKTR) dengan pengelola sumber daya mineral nasional.
Dengan akses yang lebih dekat ke hulu (mineral untuk baterai), VKTR diprediksi memiliki keunggulan kompetitif dalam menjaga rantai pasok dan efisiensi produksi. Sinergi ini memberikan tingkat kepercayaan (trustworthiness) yang lebih tinggi bagi investor institusi karena risiko ketersediaan bahan baku dapat termitigasi dengan lebih baik.
Proyeksi Jangka Menengah
Sebagai bagian dari Grup Bakrie, VKTR terus memperluas kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah untuk pengadaan bus listrik trans-jakarta dan transportasi publik lainnya. Kombinasi antara kontrak pemerintah dan kepemimpinan strategis di sektor mineral menjadikan saham ini tidak hanya menarik secara spekulatif, tetapi juga sebagai aset pertumbuhan jangka panjang di sektor ESG (Environmental, Social, and Governance).
Dikutip dari investor.id 23/2/2026.