Steven Gerrard Ungkap Klub Liga Inggris Favorit Selain Liverpool

Legenda Liverpool, Steven Gerrard, mengakui Newcastle United sebagai tim favorit keduanya di Liga Inggris, berharap The Magpies juara.

Legenda Liverpool, Steven Gerrard, ternyata memiliki tim favorit kedua di Liga Inggris. Ia bahkan berharap tim tersebut suatu saat dapat meraih gelar juara Premier League.

Arsenal saat ini memimpin perburuan gelar liga setelah terakhir kali meraihnya pada tahun 2004 di bawah arahan Mikel Arteta. Di sisi lain, Liverpool mengalami kesulitan untuk bersaing di papan atas setelah menjuarai liga musim lalu.

Gerrard, yang saat ini sedang tidak melatih sejak meninggalkan Al-Ettifaq, secara mengejutkan mengungkapkan bahwa ia tidak keberatan jika Newcastle United menjadi juara Liga Inggris.

Saat mengenang momen-momen terbaiknya sebagai pemain, Gerrard melihat ruang ganti tim tamu di Anfield. Ia mengakui Newcastle adalah tim keduanya di liga.

"Cukup pas sebenarnya kami berada di ruang ganti Newcastle, karena selain Liverpool, jika saya ingin ada tim lain yang juara liga, itu adalah Newcastle," ujarnya kepada TNT Sports, seperti dikutip Sportbible, Selasa (17/3/2026).

“Mereka adalah tim nomor dua saya di Premier League. Saya belum pernah mengatakan ini sebelumnya, tapi ya, itulah kenyataannya.”

Sementara itu, tekanan terhadap Arne Slot terus meningkat setelah mendapat sorakan negatif setelah hasil 1-1 melawan Tottenham Hotspur di Anfield.

Pelatih asal Belanda itu hanya akan memiliki sisa kontrak 12 bulan pada musim panas nanti. Gerrard sebelumnya sudah menyatakan kesiapannya membantu klub dalam kondisi apa pun.

“Jujur saja, saya akan membantu Liverpool di bidang apa pun, kapan pun,” kata Gerrard kepada Ally McCoist pada Desember lalu.

“Saya tidak ingin Arne Slot kehilangan pekerjaannya. Saya ingin dia memperbaiki situasi dan membawa Liverpool kembali hebat.

“Saya fans Liverpool. Saya ingin yang terbaik untuk klub ini. Tapi jika Liverpool membutuhkan saya kapan pun, saya akan selalu ada.”

Slot kini menghadapi laga krusial melawan Galatasaray di Liga Champions. Jika gagal membalikkan ketertinggalan agregat 0-1, posisinya sebagai pelatih bisa semakin terancam.

Recommended