Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) memastikan akan berjuang melawan sanksi pengurangan poin dalam kualifikasi Piala Asia 2027. Tim Harimau Malaya tetap fokus menghadapi Vietnam pada 31 Maret 2026.
CEO Timnas Malaysia, Rob Friend, menyatakan pihaknya menghormati keputusan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait sanksi tersebut. Meski demikian, Friend menegaskan kasus ini akan ditinjau melalui jalur hukum.
"Kami menghormati proses regulasi kompetisi. Pada saat yang sama, masalah ini sedang kami kaji melalui jalur hukum yang tepat," ujar Friend.
Sanksi dijatuhkan setelah Malaysia terbukti menurunkan pemain tidak memenuhi syarat dalam dua pertandingan tahun lalu. Pelanggaran ini terkait Pasal 56 dalam kode disiplin dan etika AFC.
Akibatnya, dua kemenangan Malaysia dianulir menjadi kekalahan 0-3, yaitu saat melawan Nepal (2-0) dan Vietnam (4-0). Selain pengurangan poin, FAM juga didenda 50.000 dolar AS.
Sanksi ini membuat Malaysia berada di posisi kedua Grup F dengan sembilan poin, di bawah Vietnam (15 poin). Friend menegaskan tim akan tetap berjuang dengan semangat tinggi.
"Fokus kami saat ini adalah persiapan menghadapi Vietnam. Tim akan tampil dengan keyakinan, ketangguhan, dan disiplin yang sama seperti sepanjang 2025," tambahnya.
Friend juga menyampaikan apresiasi kepada para suporter yang terus memberikan dukungan. Situasi semakin sulit setelah tujuh pemain naturalisasi dijatuhi larangan bermain selama 12 bulan oleh FIFA karena pemalsuan dokumen.
Dengan tantangan yang dihadapi, Harimau Malaya bertekad menutup fase grup dengan hasil terbaik dan memperjuangkan keadilan atas sanksi yang diterima.