Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan penolakan keras terhadap rencana penerapan biaya tol bagi kapal-kapal yang melintasi kawasan Selat Hormuz. Sikap tersebut disampaikan Trump dalam keterangannya di Gedung Putih pada Kamis (21/5), sebagaimana dilansir dari Medcom.
Menurut Trump, wilayah perairan strategis tersebut merupakan jalur internasional yang bebas dari biaya tambahan apa pun. Pemerintah Amerika Serikat kini juga tengah memantau pembicaraan antara pihak Iran dan Oman yang membahas rencana pemungutan biaya tersebut.
"Kami tidak ingin ada pungutan. Itu jalur air internasional," ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.
Selain masalah pelayaran, Trump menegaskan sikap keras Washington yang tidak akan mengizinkan Teheran menyimpan cadangan uranium yang telah diperkaya dalam kondisi apa pun. Langkah pelarangan ini diambil demi memastikan Iran tidak dapat memproduksi senjata nuklir.
Proses negosiasi dengan Iran dilaporkan masih berjalan dengan target utama AS yang tidak berubah. Demi mencapai tujuan tersebut, pihak Amerika Serikat menyatakan kesiapan untuk mengambil alih atau menghancurkan pasokan uranium milik Iran.
Saat ini, militer Amerika Serikat mengklaim telah memegang kendali penuh atas lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Blokade ketat pun diterapkan terhadap kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan pihak Iran.
Ketegangan di Timur Tengah sendiri terus meningkat setelah adanya serangan gabungan dari Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu. Teheran kemudian membalas lewat serangan ke target di Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk.
Konflik tersebut sempat memicu penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia. Meski gencatan senjata disepakati pada 8 April melalui mediasi Pakistan, perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan keputusan permanen.
Dalam perkembangan terbaru, Trump memutuskan untuk memperpanjang masa gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu. Kendati demikian, kebijakan blokade terhadap kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz tetap dipertahankan oleh militer Amerika Serikat.