Cuaca Jawa Timur kembali tidak bersahabat siang ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Juanda merilis peringatan dini potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di banyak wilayah, termasuk Surabaya, mulai Kamis (4/2/2026) pukul 14.00 WIB.
Update prakiraan menunjukkan kondisi atmosfer di Jatim sedang tidak stabil. Sejumlah daerah diprediksi diguyur hujan sejak pagi, lalu meningkat intensitasnya pada siang hingga malam. Situasi ini bukan hujan biasa, melainkan berpotensi ekstrem dan berdampak langsung pada aktivitas warga.
Peringatan dari BMKG Juanda juga tidak berlaku hanya hari ini. Lembaga tersebut menilai pola cuaca basah masih bertahan setidaknya sampai 10 hari ke depan. Artinya, masyarakat perlu bersiap menghadapi hujan berulang, genangan, hingga risiko angin kencang.
Update Prakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini
BMKG mencatat, kondisi pagi hari relatif ringan di sebagian wilayah.
Beberapa daerah seperti Bangkalan, Lamongan, Lumajang, Magetan, dan Tuban hanya mengalami gerimis. Sementara kota-kota lain cenderung cerah berawan.
Namun memasuki siang hingga sore, pola berubah.
Siang – Sore (sekitar 12.00–18.00 WIB)
-
Jombang: hujan lebat disertai petir
-
Surabaya: hujan ringan–sedang berpotensi meningkat
-
Kediri, Blitar, Madiun, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo: gerimis
-
Sidoarjo, Lamongan, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pacitan: hujan ringan
Sore – Malam
-
Surabaya dan Jombang: hujan lebat + petir
-
Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Tuban: hujan ringan
-
Wilayah lain: berawan–hujan lokal
BMKG juga mencatat suhu udara berkisar 17–31 derajat Celsius dengan angin 6–25 km/jam dari barat hingga barat laut.
Kombinasi suhu lembap, angin monsun, dan awan konvektif membuat potensi hujan deras lebih mudah terbentuk pada siang–malam.
Penjelasan BMKG Juanda: Ini Penyebab Cuaca Ekstrem
Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan peningkatan hujan dipicu beberapa faktor meteorologis yang aktif bersamaan.
Menurutnya, monsun Asia saat ini menguat dan membawa suplai uap air besar ke wilayah Jawa Timur.
“Saat ini seluruh wilayah Jawa Timur sudah memasuki musim hujan. Dalam 10 hari ke depan diprakirakan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang bisa berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Faktor utama pemicu
-
Monsun Asia aktif
-
Gelombang atmosfer Low Frequency
-
Gelombang Rossby
-
Gelombang Kelvin
-
Suhu muka laut Selat Madura hangat
-
Atmosfer lokal labil
Kondisi tersebut, kata dia, meningkatkan peluang terbentuknya awan hujan tebal yang bisa memicu petir dan angin kencang.
Secara teknis, kombinasi gangguan gelombang atmosfer dan suhu laut hangat membuat suplai energi ke awan konvektif makin besar. Itu sebabnya hujan bisa datang tiba-tiba dengan intensitas tinggi meski sebelumnya terlihat cerah.
Daftar Wilayah Berpotensi Terdampak
BMKG Juanda memetakan hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur masuk kategori waspada.
Kabupaten
Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kediri, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, Magetan, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep.
Kota
Surabaya, Kediri, Blitar, Malang, Probolinggo, Pasuruan, Mojokerto, Madiun, Batu.
Artinya, bukan hanya kawasan pesisir atau pegunungan. Daerah perkotaan padat penduduk pun berisiko terdampak.
Dampak yang Perlu Diwaspadai
BMKG menegaskan, hujan ekstrem bukan sekadar soal basah. Efek lanjutannya sering lebih berbahaya.
Potensi risiko
-
Banjir dan genangan
-
Banjir bandang
-
Tanah longsor
-
Pohon tumbang
-
Jalan licin
-
Jarak pandang menurun
-
Gangguan penerbangan dan transportasi darat
Wilayah bertopografi curam dan bantaran sungai diminta ekstra waspada.
“Daerah lereng dan aliran sungai berpotensi longsor maupun banjir bandang. Masyarakat diminta memantau informasi cuaca terbaru,” tegas Taufiq.
Kenapa Peringatan Ini Penting?
Dari sisi historis, Februari memang termasuk puncak musim hujan di Jawa Timur. Data klimatologi BMKG menunjukkan curah hujan bulanan periode ini sering di atas normal.
Artinya, ketika ada penguatan monsun seperti sekarang, peluang hujan ekstrem meningkat dua kali lipat.
Bagi pekerja lapangan, nelayan, pengendara jarak jauh, hingga pelaku penerbangan, informasi prakiraan harian dari BMKG Juanda menjadi krusial untuk mengatur jadwal.
Keterlambatan membaca peringatan bisa berujung pada gangguan aktivitas, bahkan risiko keselamatan.
Imbauan untuk Masyarakat
BMKG menyarankan beberapa langkah sederhana namun penting:
-
Cek prakiraan cuaca sebelum bepergian
-
Hindari berteduh di bawah pohon saat petir
-
Bersihkan saluran air rumah
-
Siapkan jas hujan/perlengkapan darurat
-
Pantau info resmi BMKG, bukan rumor media sosial
Update terbaru biasanya dirilis setiap beberapa jam melalui situs dan media sosial resmi BMKG.
Dengan kondisi atmosfer yang masih dinamis, prakiraan bisa berubah cepat. Karena itu, pembaruan berkala penting diikuti.
Cuaca ekstrem hari ini menjadi pengingat bahwa musim hujan belum menunjukkan tanda mereda. Siang hingga malam nanti berpotensi jadi periode paling rawan. Waspada, tapi tetap tenang dan siapkan langkah antisipasi.