FBI Selidiki Kematian Misterius Sepuluh Ilmuwan Nuklir Amerika Serikat

FBI dan Kongres AS menyelidiki rangkaian kematian dan hilangnya 10 ilmuwan nuklir serta antariksa sejak 2023 yang diduga terkait keamanan nasional.

Biro Investigasi Federal (FBI) mengonfirmasi pada April 2026 akan menyelidiki keterkaitan antara hilangnya dan meninggalnya setidaknya 10 individu yang terafiliasi dengan penelitian nuklir dan antariksa Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah ini diambil guna merespons kekhawatiran mengenai potensi ancaman keamanan nasional, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. FBI bekerja sama dengan Departemen Energi, Departemen Perang, dan lembaga penegak hukum lainnya untuk mencari pola di balik kasus-kasus tersebut.

Ketua Komite Pengawas DPR dari Partai Republik, James Comer, menyatakan bahwa pihaknya menjadikan investigasi ini sebagai salah satu prioritas utama. Menurutnya, para ilmuwan yang terlibat memiliki akses terhadap informasi ilmiah yang sangat sensitif.

"Sangat kecil kemungkinannya ini kebetulan. Kongres sangat mengkhawatirkan hal ini karena kami memandangnya sebagai ancaman keamanan nasional," kata James Comer, Ketua Pengawas DPR AS.

Rangkaian kejadian misterius ini dimulai pada 30 Juli 2023 saat Michael David Hicks, ilmuwan senior Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, meninggal dunia. Hicks merupakan pakar penelitian komet dan asteroid yang telah mengabdi selama hampir 25 tahun.

Setelah kematian Hicks, sejumlah ahli lainnya turut menghilang atau tewas secara tragis. Frank Maiwald, spesialis riset antariksa, meninggal di Los Angeles pada 2024, disusul hilangnya Monica Reza, direktur lab NASA, saat mendaki hutan pada Juni 2025.

Di New Mexico, dua staf Laboratorium Nasional Los Alamos bernama Melissa Casias dan Anthony Chavez dilaporkan hilang pada pertengahan 2025. Pensiunan Mayor Jenderal Angkatan Udara William Neil McCasland juga menghilang sejak Februari dengan meninggalkan perangkat komunikasinya di rumah.

Selain kasus orang hilang, penembakan fatal menimpa Profesor MIT Nuno F.G. Loureiro pada Desember 2025 dan ahli astrofisika Carl Grillmair pada Februari. Mantan perwira intelijen Matthew James Sullivan juga ditemukan meninggal karena bunuh diri pada 2024 sebelum memberikan kesaksian terkait whistleblower.

Meski demikian, perwakilan Demokrat James Walkinshaw memberikan pandangan berbeda dengan menyebut bahwa ribuan pakar nuklir di AS tidak akan terpengaruh signifikan oleh hilangnya 10 individu. Hingga saat ini, otoritas federal masih mendalami bukti fisik dari setiap tempat kejadian perkara.

Recommended