Lantai bursa hari ini dikejutkan oleh pergerakan agresif saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI). Setelah sempat mengalami tekanan jual pada akhir pekan lalu, emiten infrastruktur energi ini justru tancap gas dan menjadi primadona para pemodal, terutama investor mancanegara yang tampak sangat dominan di sisi beli.
Lonjakan harga yang terjadi pada perdagangan Senin (23/2/2026) ini memicu spekulasi positif di kalangan pelaku pasar mengenai prospek jangka pendek perseroan. Volume perdagangan yang membengkak secara signifikan menunjukkan adanya aliran modal besar yang masuk kembali ke saham ini, membalikkan sentimen negatif yang sempat muncul beberapa hari sebelumnya.
Kenaikan signifikan ini tentu menarik perhatian, mengingat dinamika sektor infrastruktur energi yang sangat sensitif terhadap arus modal asing. Mari kita bedah lebih dalam mengenai detail transaksi dan data perdagangan yang membuat saham BIPI berhasil mencatatkan performa gemilang di awal pekan ini.
Analisis Pergerakan Harga Saham BIPI di Sesi I
Saham BIPI menunjukkan taji dengan bergerak melesat hingga 18,42% ke level harga Rp 270 per saham pada perdagangan siang hari ini. Pergerakan ini merupakan anomali positif yang cukup kuat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan pada Jumat (20/2/2026), di mana saat itu saham BIPI justru dibuang asing dengan nilai mencapai Rp 25,64 miliar.
Data Transaksi dan Volume Perdagangan
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (IDX), antusiasme pasar terhadap saham ini tercermin dari angka-angka berikut:
-
Volume Transaksi: Tercatat sebanyak 3,27 miliar saham BIPI telah berpindah tangan.
-
Frekuensi: Transaksi terjadi sebanyak 112,2 ribu kali.
-
Nilai Transaksi: Total nilai perdagangan mencapai angka fantastis Rp 853,6 miliar hanya dalam setengah hari perdagangan.
Dominasi Net Buy Asing di Sesi Perdagangan Hari Ini
Salah satu pemicu utama kenaikan harga ini adalah aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing. Data Stockbit mengungkapkan bahwa saham BIPI menempati posisi pertama sebagai saham yang paling banyak dibeli asing dari sisi volume pada jeda siang ini.
Detail Pembelian Bersih
Hingga sesi I berakhir, investor asing terpantau membukukan beli bersih sebanyak 483.575.400 saham. Masuknya dana asing dalam jumlah besar ini sering kali dianggap sebagai sinyal kepercayaan terhadap fundamental perusahaan atau adanya momentum korporasi tertentu yang tengah diantisipasi oleh pasar. Harga saham BIPI sendiri akhirnya terparkir stabil di level Rp 270 pada penutupan sesi pertama.
Konteks Industri dan Pandangan Analis
Melesatnya harga saham BIPI tidak lepas dari sentimen sektor infrastruktur energi yang mulai kembali dilirik. Secara historis, saham dengan kapitalisasi pasar menengah seperti BIPI sangat likuid dan sering menjadi instrumen trading bagi investor institusi ketika melihat adanya potensi pembalikan arah (reversal).
Meskipun otoritas bursa belum mengeluarkan pernyataan khusus terkait volatilitas ini, para analis pasar modal umumnya mengingatkan investor untuk tetap memperhatikan rasio fundamental dan berita material dari perseroan. Perubahan drastis dari aksi jual (net sell) pada hari Jumat menjadi aksi beli masif pada hari Senin menunjukkan betapa dinamisnya persepsi risiko investor terhadap emiten ini.
Dikutip dari investor.id 23/2/2026.