Donald Trump Klaim Raja Charles III Dukung Operasi AS Terhadap Iran

Presiden AS Donald Trump mengeklaim Raja Charles III akan mendukung operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran dan mengikuti saran terkait Ukraina.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim bahwa Raja Inggris Charles III kemungkinan besar akan memberikan dukungan kepada AS dalam operasi militer menghadapi Iran pada Kamis, 30 April 2026. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan diplomatik antara Washington dan sekutu Eropanya mengenai strategi keamanan global.

"Jika itu terserah Raja Charles, dia mungkin akan membantu kami melawan Iran," ujar Trump sebagaimana dilansir dari Medcom yang mengutip laporan Antara. Trump meyakini bahwa pemimpin monarki Inggris tersebut juga akan menyelaraskan langkah dengan saran dari pihak Amerika Serikat terkait konflik di Ukraina.

Keyakinan Trump terhadap dukungan Raja Charles III berbanding terbalik dengan sikapnya terhadap pemerintahan Inggris saat ini. Sebelumnya pada Maret 2026, Trump menyatakan kekecewaannya kepada Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang menolak membantu AS dalam konfrontasi dengan Iran.

Selain masalah Iran, Trump melontarkan kritik tajam terhadap Starmer mengenai kebijakan migrasi dan energi domestik Inggris. Ketidakpuasan ini memperlebar jarak antara kepemimpinan eksekutif kedua negara sekutu tradisional tersebut dalam menghadapi krisis di Timur Tengah.

Langkah ekstrem sempat disampaikan Trump pada 1 April 2026 dengan menyatakan pertimbangan serius untuk menarik Amerika Serikat keluar dari Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Hal ini dipicu oleh penolakan negara-negara sekutu untuk bergabung dalam aliansi perang AS-Israel melawan Iran.

Eropa dianggap Trump bukan lagi sebagai mitra pertahanan yang dapat diandalkan setelah seruannya untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz diabaikan. Penolakan pengiriman armada laut oleh negara-negara Eropa menjadi alasan utama Trump meragukan komitmen keamanan kolektif di wilayah tersebut.

Recommended