Satu kapal asal Malaysia dilaporkan telah berhasil melintasi Selat Hormuz pada Selasa, 7 April 2026, setelah sebelumnya sempat tertahan. Kapal tersebut kini diizinkan melanjutkan perjalanan dengan aman menuju tujuannya. Peristiwa ini terjadi pasca negosiasi antara pemimpin kedua negara.
Kedutaan Besar Iran di Malaysia menyatakan bahwa Republik Islam Iran tidak akan melupakan teman-temannya. Pernyataan ini disampaikan melalui platform X resmi mereka, disertai gambar kapal, namun tanpa detail lebih lanjut, seperti dikutip dari Bernama dan dilansir Detik Finance.
Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, pada Minggu, 5 April, mengungkapkan bahwa diskusi dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian membuahkan hasil. Malaysia mendapatkan izin bagi tujuh kapalnya yang terdampar di Selat Hormuz untuk melanjutkan perjalanan. Dari total tujuh kapal tersebut, satu di antaranya telah berhasil melewati selat itu.
Anwar Ibrahim menegaskan pentingnya kapal-kapal tersebut bagi kebutuhan rakyat Malaysia serta pasokan minyak nasional. "Saya memberi tahu Presiden Iran bahwa kapal-kapal kami masih terdampar di Selat Hormuz dan ini sangat penting untuk kebutuhan rakyat kami dan pasokan minyak nasional," tutur Anwar.
Setelah percakapan telepon tersebut, Presiden Iran segera memberikan instruksi agar kapal-kapal Malaysia diizinkan untuk melintas. Keberhasilan pelintasan ini menunjukkan penyelesaian diplomatik atas isu pelayaran yang krusial di jalur perairan strategis tersebut.